BAB 5
"Aku Chika pacarnya Angga"
"Aku Hanny Pacarnya Yoga"
"Aku Ayyu"
kami saling bersalaman sebelum chika hendak mandi. kami hanya tertawa karna kami mengobrol namun lupa tidak kenalan dulu. Chika memasuki kamar mandi dan kami berdua rebahan sambil memainkan hp kami.
aku iseng mulai mengirim pesan pada Aji
Mengirim pesan
"kak?"
namun dia belum menjawab sepertinya dia lagi mandi atau kebawah.
"kak Hanny?" panggilku pada hanny yang berada di sebelahku
"iya?" jawabnya tak melepaskan pandangan dari layar hp nya
"kakak udh lama pacaran sama kak Yoga?"
dia menatap kearahku dan tersenyum
"hm udah de"
"berapa taun?" tanyaku kepo
"5bulan hehehe"
"yah kirain 1 tahun" aku tertawa
"hahaha aku tadinya gak suka sama yoga tapi dia baik banget. dia perhatian"
"kenal dimana?"tanyaku lagi
"dikantor de, waktu itu aku pegawai baru dan masih malu-malu trus dia selalu nawarin aku makanan, ngajak aku makan siang bareng. rame-rame sama orang kantor yang lain. dia yang ngenalin aku ke semua orang di kantor pokoknya dia itu baik banget perhatian" jawabnya sambil tersenyum senyum
"Ohh hmmm ... waw... gampang akrab bgt gitu ya kak orang nya baik kesemua orang gitu ya?"
"nah iya dia itu humble de. pokoknya cowok paling baik yang pernah aku kenal"
"iya iya ngerti"jawabku mengangguk
"kalau kamu gimana?" tanyanya padaku
"Sama Pak Aji?" lanjutnya lagi
"Bapak?" tanyaku padanya penasaran kenapa panggil Bapak
"Kalau di kantor aku panggil nya Bapak. dia atasan aku, atasan yoga dan angga juga"
"memang dia sebagai apa kak?" tanyaku
"Presiden Direktur" ucapnya serius
"APA?SERIUS KAK? BOHONG GA?" Aku sangat Syok. Pantas saja dia jarang mengunjungi Ibu nya, dia sangat sibuk. Pantas saja, sikap nya yang cool dan tenang namun di segani teman-teman nya. aku menjerit dalam hatiku. gimana ceritanya aku di dekati Seorang Presiden Direktur perusahaan Manufaktur Industri Farmasi. gilaa sangat gilaa.
Pukul 19.00 Malam Setelah kami mandi dan menghilangkan cape, kami keasyikan mengobrol di ruang keluarga lantai atas. Aji selalu di sampingku tak rela jika aku tersentuh siapapun. seringkali apa yang mereka bicarakan aku tak paham sebab aku adalah orang baru bagi mereka, dan aku hanya tersenyum dan tertawa saja mendengar masing-masing cerita mereka. aku sesekali memandang Aji ketika tertawa, Manis sekali. Saat Aji menoleh kearah ku, aku langsung mengalihkan pandangan. aku masih tak menyangka di hadapan ku sekarang orang tajir yang baru ku kenal , dia membuat ku nyaman dia membuatku merasa aman saat di dekatnya. Aji yang tadinya duduk diatas sofa di sebelahku pindah ke bawah duduk di bawah kaki ku sambil meremas remas lututku. sambil tertawa tawa mendengar cerita yoga yang pernah mabuk bersama dan rebutan satu buah sosis. Aji menyenderkan kepala nya di pahaku dan aku yang kaget mau berbuat apa hanya diam tak bergerak, dia menarik tanganku mengarahkan tanganku agar sedikit memijit kepalanya.
Aku memijit kepalanya dengan pelan, kali ini dia memejamkan matanya merasakan setiap gerakan tangan ku. Aku masih tidak menyangka, kita baru bertemu tadi malam dan langsung seperti ini, sangat dekat.
Ada Suara yang menaiki tangga, dan Yap, itu Ibu nya Aji. aku langsung memberi kode dengan menggerak gerakkan kaki ku agar Aji membuka matanya dan agak berjaga jarak denganku. Sebelum Aji menghindar dariku, Ibu nya sudah melihat lebih dulu bahwa aji sedang menyenderkan kepala nya di paha ku. Ibu nya juga melihat dia yang sedang gelagapan. teman-teman nya hanya menatapnya sambil menahan tawa.
"Ji, itu loh sudah di siapkan untuk Berbeque an nya sama si bibi. mau mulai jam berapa?" Tanya ibunya seolah tidak melihat apa-apa.
"Oh iya Buk, sekarang aja deh mulai nya. yok" ajak Aji pada kami
"Asyiap....kuy." Jawab Angga
kami hanya mengangguk setuju.
"Oh iya tapi, Ibu gak bisa ikutan ya." ucap ibunya sambil duduk di sofa sebelahku.
aku yang dag dig dug karna menjadi perhatian ibu nya aji mencoba tenang dengan senyumku padanya.
"loh knp bu?."
"itu Papa kamu minta jemput di bandara sambil ngajak Ibu Diner, Padahal ibu udh bilang dirumah aja gabung sama Aji dan temen-temen. tapi katanya mau berduaan dulu sama ibu. trs nanti baru deh gabung."
"Cieeee....." ucap Angga dan Yogaa bersamaan.
"Sosweet banget sih" lanjut chika
Aku dan Hanny tersenyum iri melihat nya. sedangkan ibu nya hanya tersenyum malu.
"Yaudah Aji yang anter ibu ke Bandara.."
"eh Gak usah. kan ada Pak maman, Ibu diantar Pak maman aja" jawab ibu sambil menatap aji
Pak Maman adalah supir ibu sejak aji masih kecil.
"Yakin, yaudah aku telepon papa dulu deh biar tenang." jawab Aji sambil membuka hp nya
Ibu nya hanya mengangguk dan tersenyum. dan kali ini dia mentapku sambil tersenyum. aku mengangguk membalas senyuman nya. seolah mengisyaratkan bahwa Oh kamu pacar nya Anakku ya? hahahahha.... ngeri banget aku membayangkan nya. aku takut Ibu nya Aji Salah paham dan tidak suka padaku. karna aku bukan pacar dari anaknya.
"Assalamualaikum pa?" suara aji terdengar sangat tenang saat bertelpon dengan papa nya.
"Alhamdulilah kabar Aji baik. Papa gimana?."
"Oh Alhamdulilah kalau seperti itu."
"Papa malam ini mau pulang?"
"Iya iya, Aji sudah dengar dari Ibu. Gini loh pa, aku nawarin biar ibu diantar sama Aji aja ke bandara nya. tapi ibu bilang sama Pak maman Aja karna gak enak sama temen-temen kalau di tinggal disini."
"Oh gitu? yaudah kalau Papa percayakan pak maman buat anter Ibu. jadi sampai nya paling besok siang di rumah?"
"Yaudah Gapapa Pa, Papa Happy-Happy aja sama Ibu. melepas Rindu... hahahha..."
kita ikut tertawa mendengarnya. sedangkan Ibu nya Aji memukul pundak nya aji pelan. karna malu.
"jadi aman ya pa sama pak maman? soalnya perjalanan dari sini kebandara kan jauh banget"
"yaudah papa juga hati-hati. ditunggu dirumah sama Aji dan temen-temen."
"iya Wa'alaikum salam pa"
Aji menutup Telpon nya dan menatap kearah Ibu nya dengan serius.
"Ibu yakin gak mau diantar sama Aji?"
"Iya ibu yakin. orang ibu udah biasa kok bepergian diantar Pak Maman. tenang Aja kamu jangan khawatir. Oh ibu Bawa Mba 1 orang deh buat bantuin ibu. selama diperjalanan. biar kamu tenang."
"iya deh tpi ibu janji ya harus hati-hati dimanapun itu." jawab Aji tersenyum
"Iya ibu janji. yaudah ibu mau siap-siap dulu terus mau langsung jalan."
Aji hanya mengangguk lalu mengajak kami semua turun untuk mulai berbequean di taman belakang. malam sudah menunjukan pukul 20.25 . kami melihat dari kejauhan ada 2 Asisten Rumah tangga yang sedang memotong-motong daging beserta bahan-bahan yang lainnya.
Aji dan para lelaki yang lainnya mulai beraksi membakar daging serta bahan yang lainnya. sedangkan kami Para perempuan duduk di kursi yang sudah di sediakan sambil mengobrol-ngobrol dan sesekali membantu apa yang diperlukan.
BERSAMBUNG....
LANJUT BAB 6⏩