Bab 35: DITERIMA

1014 Words
"apa penerbit tidak keberatan dengan latar belakang saya?'" tanya Venya sebelum berjabat tangan dengan mbak rusdiana. Venya benar - benar harusnmenanyakannininagar tidaknterjadi kesalah pahaman nanti ke depannya. Venya juga takut jika latar belakangnya yang itu membuat ruginatau malu perusahan penerbit sebesar ini. Mbak rusdiana terkekeh kecil, "twntu saja tidak. Mbak Flora." Kaya mbak rusdiana. Satu kalimat itu, membuat Venya tenang dan dia rasanya tidak perlu mengkhawatirkan apa yang sudah ia khawatirkan selama ini. Venya juga tadinya sudah siap untuk di tolak karena latar belakangnya ini. "Jadi, sudah bisa menandatanganinkontraknya, mbak Flora?" Tanya mbak rusdiana kemudian setelah Venya berjabat tangan dengan mbak rusdiana dan diam sebentar. Venya mengerjap dan di lanjut dengan kekehan canggung milik Venya saat sadar, "saya akan menandatanganinya sekarang mbak." Kata Venya langsung dan kembali membuka kontrak kerja sama itu. Venya menandatangani di setiap lembarnya karena memang itu seharusnya. Venya juga berdoa dalam hati saat menggoreskan pena ke kertas kosong dengan kotak kecil tempat untuk ditandatangani itu. Berdoa dan berharap jika dia tidak salah langkah dan tidak akan menyesali ini. Dia juga berharap, untuk ke depannya dia akan sanggup melaksanakan apanyang kontrak itu sampaikan. Venya juga tidak beehenti berharap agar kontrak di sini berjalan lancar dan panjangm setidaknya untuk satu tahun ke depan. Dia bahkan berharal kontraknya akan terus diperpanjang dan tidak menimbulkan masalah yang serius nantinya. Hanya harapan - harapan kecil seperti itu yang diharapkan oleh Venya. Dia tida bisa berharap lebih dia tidak bisa seserakah itu dan tentu saja tidak pernah akan bisa serakah karena dirinya hanya selalu sesederhana ini. Mudah - mudahan untuk ke depannua juga Venya masih Venya yanh sekarang dan tidak berbuah ke jalan yang buruk dan mungkin akan berubah ke jalan yang benar dan tidak akan tersesat di jalannya. "Terima kasih sudah mau bekerja sama dengan kami, mbak Flora." Kata mbak rusdiana setelah melihat Vemya sudah menyelesaikan apa yang harusnya di selesaikan olehnya. Venya mengangguk kemudian tersenyum kecil, "saya yang berterima kasih untuk kesempatannya, mbak rusdiana." Kata Venya kemudian. "Anda sudah membaca kontraknya dan akan di mulai per-Juli tahun ini." Kata mbak rusdiana dan venya menjawab dengan mengangguk kecil tanda mengerti, "anda bisa mengirimkan naskah yang kami setujui kemarin perbulan Juli. Jika masih ada tabungan atau bahkan sedang mengetik cerita baru, ada baiknya mbak Flora mengirimkan sinopsis atau outlinenya kepada kami dan editor kami mungkin akan membahasnya dengan saya juga tim pemasaran." Kata mbak rusdiana menambahkan. "Atau jika mbak Flora tidak ingin ide anda bocor kepada tim kami, boleh mbak kirim setelah selesai menulisnya. Tim editor akan mengechecknya dan kerahasiaan juga akan aman. Saya nertanggumg jawab atas hal itu." Jelas mbak rusdiana oanjang lebar. Tentu saja Venya tahu dulu sekali ada penerbit yang membocorkan rahasia seorang penulis. Idenya di curi. Seorang editor menjadi tersangka akan hal itu. Editor itu adalah editor salah satu penulis yang mempercayakan tulisannya kepada sang editor. Namun, dengan culasnya, sang editor memberkan rincian outline dan juga sinopsis itu kepada penulis yang cukup terkenal. Hingga pada akhirnya, penulis yang cukup terkenal itu menuliskan outline - outline yang diberikan editor itu dsn terbit menjadi buku sebelum si penulis asli menyelesaikan bukunya. Dan si penulis asli menjadi marah pada penerbit dan mengajukan tuntutan dengan ajuan sudah membocorkan ide yang bahkan bisa dikatakan sangat bagus. Walaupun tidak ada hal yang bisa disampaikan ke jalur hukum, pihak oenerbit hanya meminta maaf dan memecat editor yang beesangkutan. Mungkin outline - outline yang diberikan penulis asli kepada editor itu sangat bisa dikembangkan lagi. Dan itu yang dilakukan penulis yang cukup terkenal. Kalian tahu aoa yang terjadi pada sang penulis yang cukup terkenal itu? Tidak terjadi apa - apa. Dimana dirinya yang di tuntut karena menerbitkan buku dengan ide sang penulis asli mengajukan tuntutan baik dengan tudingan pencemaran nama baik. Penulis yang cukup terkenal itu tidak tersentuh karena dia mengatakan bahwa dia tidak menjiplak atau tidak mengikuti outline yang di berikan oleh sang editor. Dia hanya terinspirasi dari sana dan menerbitkan bukunya. Itu saja. Tapi sang penulis asli mendapatkan hal yang sama di semua tulisan dalam satu buku milik sang penulis terkenal. Banyak outline yang persis sama. Memang tidak sepenuhnya menjiplak. Hanya saja ide dengan outline itu dan jalan ceritanya benar - benar sama persis. Sang penulis asli sampai stress untuk membuat outline itu dan yang emndapay keiuntungan adalah orang lain yang dengan mudahnya merangkai kata dengan outline milik penulis asli itu. Berbicara tentang outline cerita, Jadi, outline ceeita adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Jika Anda seorang penulis, tentunya Anda membutuhkan outline untuk membuat sebuah kerangka tulisan. Venya juga kadang - kadang membuat outlinenya terlebih dahulu. Dimana dia memikirkan seluruh adegan dalam cerita dan membuatnha perpoint. Di setiap bab ada konflik yang nyata dsn tentu saja harus dibuat menarik. Lalu, kadnag - kadang juga Venya sering sekali keluar dari jalur itu karena mendapat ide lain setelah menulis rangkaian kalimat yang ada di otaknya. Namun, setiap kali dia keluar dari outlinenya, karena memiliki outline, maka Venya dengan mudahnya membelokkan lagi ke arah yang seharusnya. Dimana dia akan melanjutkan sesi atau bab selanjutnya dengan bantuan outline yang ia miliki. Jika para dukun punya jimat untuk segala urusannya, nah, penulis punya outline yang sangat penting. Maka dsri itu, outline untuk para penulis adalah hal yang sangat sensitif. Semua ide tertuang di sana. Dan tentu saja tidak bisa sembarang orang melihat atau bahkan membacanya. *** "Udah selesai?" Tanya Gemma ketika melihat Venya datang menemuinya. Venya mengangguk sambil tersenyum. "Are you happy?" Tanya Gemma lagi pada Venya yang masih terus menerus tersenyum ke arahnya. Selanjutnya Venya mengangguk lagi dan merangkul lengan Gemma. "Sooo happy." Katanya lalu menarik Gemma keluar gedung. "Gue traktir lo makan deh." Kata Venyaa ",Asik gue pengen nakan mahal hari ini." Kata Hemma diselingi kekehan krcil. Venya tertawa, "makanan mahal lo mah paling cuman nasi padang diang." Kata Venya rcanda. Gemma menoyor kepala Venya, "enak aja. Gini - gini gue prrrnah makan stik." Kata gemma. "Stik aapp? Stik es krim kali." Kata Venya tertawa. Diaa berlarinke arah mobil grmma karena sudah bisa di tebak bagaimana reaksi gemma setelah kata venya barusan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD