episode 4

1292 Words
Selama perjalanan menuju pulang kesya dan risa hanya saling diam dan tak berbicara, karena ada perasaan canggung yang mereka rasakan. hingga akhirnya mereka sampai di depan rumahnya kesya, risa pun memarkirkan mobilnya keysa di tempatnya. " Risa mampir dulu yuk " ajak kesya risa pun menganggukan kapalanya tanda ia setuju,,, dan mengikuti kesya masuk ke dalam rumahnya. " duduk dulu risa, aku ambilkan minum dulu ya " ucap kesya mempersilahkan risa untuk duduk " nggak usah key, aku cuma bentar aja kok " sahut risa " kamu udah gak papakan ya? " tanya risa memastikan " iya aku sudah mendingan, terima kasih ya risa udah mau anterin aku pulang " ucap kesya tersenyum " iya sama - sama, kamu tinggal sama siapa disini? " tanya risa penasaran " aku tinggal berdua bersama kakak sepupu aku, orang tuaku lagi berkerja di luar kota, jadinya mereka menitipkanku ke pada kakak sepupuku. " jelas kesya " ohh... jadi begitu yah! " " aku pulang dulu ya, karena kamu udah mendingan, lagian ojekku sudah sampai " pamit risa. " ehh tunggu dulu!! " cegat kesya " ada apa lagi? " tanya risa tak sabar " besok kan hari minggu, kamu mau gak pergi ke taman bermain sama aku? " tanya kesya berharap risa tak akan menolaknya. " nggak!! kayak anak kecil aja pergi kesana " tolak risa " please... mau yah, aku belum pernah kesana " bujuk kesya dengan mata memelasnya. " iya - iya besok aku jemput kamu " jawab risa terpaksa karena tidak mau berlama lama di rumah kesya. " kamu beneran? " tanya kesya memastikan " Iya!! " sahut risa " hore!!.. makasih yah " sorak kesya " kalau gak ada urusan lagi aku pulang dulu, kasihan tukang ojeknya menunggu terlalu lama " pamit risa " iya hati - hati risa dan terima kasih sekali lagi " ucap kesya dan mengantar risa ke depan rumah. risa pun pulang dengan menaiki ojek, dan belalu begitu saja. kesya kembali masuk kedalam rumahnya dan langsung menuju ke kamarnya, di dalam kamar kesya membarikan tubuhnya di atas kasurnya yang berukuran king size. Ia melamunkan kejadian yang terjadi tadi, jika bukan karena risa menolongnya mungkin dia akan terluka tadi. " tapi jika di pikir - pikir risa tidak lah seburuk itu, dia tinggi, putih dan badannya tegap " pikir kesya tengah melamun " iiss!! apa sih yang aku pikirin,, apa aku sudah mulai suka sama risa ya ? " tanyanya dalam hati " tapi itu tidak mungkin, apa yang aku suka sama dia, dia sama sekali tidak ada mirip - miripnya sama oppa oppa korean" sangkal kesya " sudah lah,,, aku lelah memikirkannya lebih baik aku beristirahat. dari pada memikirkan hal yang tidak penting " guma kesya kesya pun bangkit dan mengganti pakaian sekolanya dengan pakain santai. dan menuju ke dapur untuk makan karena tiba - tiba ia merasa sangat lapar. sesampainya di dapur kesya membuat mie instan karena dia lagi malas untuk memasak. tak lama mie instannya pun jadi dan ia langsung menyajikannya di dalam mangkok, dan membawanya ke ruang tamu karena kesya mau makan mienya sambil nonton TV. Keesokan harinya sesuai dengan janji risa. risa pun datang menjemput kesya dengan menaiki ojek, di karenakan risa tidak mau kesya tau siapa dirinya yang sebenernya. akhirnya sampai juga di rumahnya kesya, dan ternyata kesya sudah menunggu risa di depan rumahnya. " kamu naik ojek lagi risa? " tanya kesya " ya iya,,,, emang mau naik apa? " tanya risa balik " emang kamu gak punya kendaraan pribadi gitu? " tanya kesya penasaran " nggak!! " jawab risa " ya udah kita naik mobil aku aja " ajak kesya " ya udah ayo " sahut risa mereka pun berangkat menuju taman bermain menggunakan mobil kesya, selama perjalanan mereka hanya diam saja dan kecanggungan kembali melanda mereka. Kurang dari dua jam akhirnya mereka sampai di taman bermain, sebelum masuk mereka membeli tiket terlebih dahulu. " gimana kalau kita naik halilintar aja " ajak risa " gak ah! aku takut " tolak kesya " kayak anak kecil aja takut " ejek risa " kamu jangan remehin aku ya, ya udah aku mau " sahut kesya gak terima di ejek risa. " okeh deal ya, kamu jangan nangis nanti" sahut risa sambil terus mengejek kesya " nggak akan " jawab kesya mantap mereka berduan mulai mengikuti antrian agar bisa menaiki halilintar, ternyata antriannya lumanya panjang. setelah menunggu kurang lebih 10 menit akhirnya mereka mendapatkan giliran naik, dan mereka medapatkan urutan duduk paling depan. " kenapa tangannya gemeteran ya? " tanya risa dalam hati " katanya tadi gak takut " pikirnya " ya allah aku pasrahkan nyawaku padamu " doa kesya dalam hati setelah penumpang naik semua dan sudah memasang sabuk pengaman, wahana halilintar mulai berngerak dan meluncur. semakin lama semakin cepat kesya pun mulai panik dan pucat dibuatnya. Risa masih duduk dengan santainya berbeda dengan kesya yang sudah histeris berteriak, dan sakit takutnya kesya memeluk risa yang duduk di sebelahnya. setelah sepuluh menit berlalu wahana halilintar pun berhenti. Kesya turun dengan kaki masih gemeteran, sementara risa masih dengan santainya mulai mengejek kesya. " katanya tadi gak takut!!, tapi kok peluk - peluk dan teriak - teriak " ejek risa sambil tertawa. " tau ah!! " kesya ngambek dan pergi meninggalkan risa yang sibuk metertawakannya. " yah...!! ngambek dia " sahut risa sambil mengejar kesya. Akhirnya mereka memutuskan untuk berkeliling taman bermain saja di karenakan kesya yang masih takut untuk menaiki wahana lainnya. setelah asik berkeliling mereka pun merasa lapar dan memutuskan untuk mencari makan. " key kamu lapar gak? " tanya risa " iya nih aku lapar, cari makan yuk " ajak kesya " ya udah,,,, mau makan apa? " tanya risa lagi " kalau bakso mau gak? " giliran kesya yang bertanya " boleh deh!! " sahut risa " ya udah kita kesana aja yuk " ajak kesya " okeh " sahut risa dan mulai mengikuti kesya sesampainya di warung bakso mereka berdua mencari tempat duduk dan mulai pesan. " kamu mau pesen bakso aja apa mie ayam bakso? " tanya risa " aku bakso ayam aja " jawab kesya " bang pesen bakso ayamnya satu, dan mie ayamnya satu " ucap risa ke abang tukang baksonya " oh iya! kamu mau minumnya apa ?" tanya risa " aku es jeruk aja " sahut kesya bakso mereka pun sampai dan abang tukang baksonya bertanya mau minum apa? dan risa menjawab minumnya es jeruk dua ya bang. akhirnya mereka makan dengan diam dan menikmati makanan mereka masing - masing. setelah selesai makan risa pun bangkit dan mau membayar. " aku bayar dulu ya " ucap risa " ini pakai uang aku risa " sahut kesya sambil mengulurkan uangnya ke risa " disini kan aku cowoknya masak kamu yang bayar " sahut risa dan pergi membayar ke abang baksonya. setelah membayar risa menemui kesya dan mulai bertanya " mau kemana lagi kita?" kesya pun menjawab" kita pulang aja ini udah mau sore" " okeh " jawab risa sekenannya mereka pun memutuskan untuk pulang. setelah 2 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumahnya keysa dan ternyata sudah ada tukang ojek yang menunggu risa. " kamu udah pesen ojek ya? " tanya kesya " iya biar gak lama nunggu lagi " sahut risa menjelaskan " ya udah,, makasih ya untuk hari ini " ucap kesya " iya sama - sama " jawab risa tersenyum " astaga senyumannya manis sekali " puji kesya dalam hati " ya udah aku pulang dulu ya " pamit risa " iya hati - hati " sahut kesya melambaikan tangan. risa pun naik ojek dan pergi meninggalkan rumah kesya, kesya pun masuk kedalam rumah dan langsung pergi ke kamarnya dan beristirahat. hari ini kesya benar - benar merasa lelah. tetapi juga merasa senang dan bahagia yang tak bisa di ungkapkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD