episode 6

878 Words
Sementara itu geng the four king sedang berkumpul di beskemsnya " kenapa nih ketua kita, dari tadi deam aja, sariawan lo? " tanya Natan " iya gak biasanya lo kayak gini " sahut Deo " lo ada masalah ?, cerita aja sama kita " sambung Leo " apaan sih lo pada kepo banget jadi orang " sahut Risa sewot " yaa... elah.. ni orang, bukannya seneng temennya pada care, ini malah nyolot! " sahut Natan mencibir Risa. " udah - udah jangan ribut, mungkin dianya belom mau cerita " sahut Leo menengahi. " ngomong - ngomong bentar lagi mau liburan sekolah kan ya, enaknya kita main kemana ya ? " sahut Deo menggalihkan topik pembicaraan. " gimana kalau kita piknik di bedugul aja " sahut Natan bemberi saran " boleh juga tuh sekali - kali kita perlu udara segar, biar gak mumet ini otak kena macet terus " sahut Leo " iya lo bener, daerah Canggu macetnya gak ketulungan bisa berjam jam kita dijalan, saking macetnya " sahut deo " gue aja gak habis pikir kenapa di canggu bisa semacet itu " sambung natan. sementara yang lain sibuk membicarakan mau liburan kemana, Risa hanya terdiam dan termenung dalam pikirannya, memikirkan kesya yang sudah mulai mengisi hatinya. risa tak habis pikir ternyata kesya yang kelihatanya lemah lebut dan cantik. ternyata sangat lah tega. tega sekali dia mempermainkan perasaannya. padahal risa sudah mulai percaya kepada kesya, tapi sayang rasa percaya itu sudah berubah menjadi rasa kecewa. Hari mulai semakin malam geng the four king memutuskan untuk pulang karena besok mereka sekolah, malaupun mereka anak orang kaya, tetapi masalah sekolah mereka tidak mau malas, justru sebaliknya mereka sangat lah rajin dan berprestasi. Keesokan harinya kesya seperti biasa bangun subuh untuk memasak. membuatkan bekal untuk risa dan sekalian meminta maaf. kesya berharap risa mau memaafkannya. sesampainya di sekolah kesya langsung menuju ke kelasnya risa. " Hai risa " sapa kesya tersenyum " mau apa lagi kamu kesini, sana pergi " sahut risa mengusir kesya " risa aku bener bener mintak maaf sama kamu, aku beneran gak maksud buat sakitin kamu " jelas kesya " gak maksud kamu bilang!, kamu orang terjahat yang pernah aku kenal kesya, kamu jadiin perasaan orang mainan, kamu tau gak itu sakitnya gimana? " jawab risa penuh emosi. risa berlalu begitu saja meninggalkan kesya yang sedang menangis karena rasa bersalahnya terhadap risa, bekal yang di bawa kesya di taruhnya di atas meja risa. kesya ke luar dari kelasnya risa dan masuk ke dalam kelasnya sendiri. " kamu kenapa bestie, kok bengong gitu?" tanya nabila " risa udah tau kalau dia cuma aku jadiin barang taruhan aja, dan sekarang dia marah banget sama aku " jelas kesya " iya gak papakan, lagi pula dia cuma kita jadiin kegabutan kita aja, yang penting kamunya jangan baper sama dia " sahut nabila " berarti kamu yang kalah nih bestie, mana nih uang 2 jutanya buat aku " sabung nabila " dasar temen durjana sahabat lagi sedih, dianya malah bahas taruhannya " gerutuh kesya " kamu kenapa sedih sih kesya, jangan bilang kamu bapes sama risa " sahut nabila menebak " sepertinya iya nabila, aku merasa nyaman sama dia, setelah dia menjauhi aku rasanya sedih sekali " jelas kesya nabila pun syok melihat sahabatnya suka sama cowok culun kayak risa, padahal selama ini kesya sangat alergi sama yang namanya cowok culun. " kamu sih mainnya pake hati. kan gini jadinya, tapi seriusan kamu suka sama risa? " tanya nabila memastikan " iya nabila!!. terus gimana nih caranya biar aku di maafin sama risa, aku gak mau kalau di jauhin risa terus " sahut kesya " aku juga bingung kesya! " jawab nabila tak terasa bel sekolah pun berbunyi menandakan belajar mengajar akan segera di mulai. semua murid berlarian memasuki kelas mereka masing - masing. selama jam perlajaran berlangsung kesya sama sekali tidak konsen dalam belajar, pikirannya terus memikirkan ucapan yang di bilang risa, kalau dia adalah cewek yang jahat. " apa aku udah keterlaluan sekali ya? " tanya kesya dalam hati. " terus aku harus gimana sekarang? " kesya terus bertanya dalam hatinya. kesya terus memikirkan cara agar risa mau memaafkannya. tak terasa jam istirahat pun tiba, semua murid bersorak kegirangan. tetapi tidak dengan kesya yang masih asik melamun. " kesya kamu gak ke kantin? " tanya nabila " gak nabila " jawab kesya " kok kamu lemes banget key?, kamu sakit? " tanya nabila kawatir " enggak kok, aku cuma kepikiran risa terus " sahutnya " kamu beneran suka ya sama dia? " " kalau kamu beneran suka, perjuangin dong, kamu jelasin sama dia " sahut nabila memberi semangat ke sahabatnya. " kamu benar nabila, aku harus buktikan ke risa kalau aku beneran suka sama dia, dan aku harus terus minta maaf sama risa, sampai risa mau maafin aku " sahut kesya mulai semangat lagi. " nah itu baru benar " sahut nabila " makasih ya nabila kamu memang sahabat terbaik aku " sahut kesya sambil memeluk nabila sahabatnya. " itu lah gunanya sahabat kesya, selalu ada dalam keadaan suka maupun duka " sahut nabila " sahabat selamanya, akan selalu ada di hati " ucap mereka barengan. mereka berdua saling berpelukan dan tertawa bersama, tak terasa jam belajar mengajaran pun sudah berbunyi semua murid kembali memasuki kelas mereka masing - masing.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD