Sayang

2154 Words

Sekali lagi Dafi melirik gadis yang duduk di kursi sebelah ia mengemudi, wajah Alin masih terlihat sangat mengantuk tatapan nya sayu ke depan. Setelah dua jam tidur dalam ruangan khusus di kantor, Dafi terpaksa membangunkan nya karena hari sudah menjelang sore dan jam kantor akan habis tangan bebas Dafi meraih tangan kanan Alin lalu meremasnya pelan, Alin menoleh ke arah Dafi dengan menaikkan alis nya seakan bertanya "kenapa ?" "masih ngantuk,, hmm ?" tanya Dafi Alin menggeleng, namun dua detik kemudian dia menguap lebar spontan tangan bebas Dafi kini beralih menutup mulut gadis itu lalu terkekeh pelan "jangan lebar-lebar nanti mobil di depan kesedot" ejek Dafi langsung mendapat cubitan di pinggan nya "hahaha !" Dafi tertawa kegelian karena ulah Alin "ngeselin !" rajuk Alin kembali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD