Bima memberhentikan mobilnya didepan toko Rara, Rara sangat bersyukur ia masih diberi keselamatan. Rara turun dengan wajah frustasi, bahkan jejak-jejak air mata masih sangat terlihat jelas .
"Rara!. Kamu berantakan banget, habis ngapain kamu?" ucap Mey frustasi melihat penampilan Rara yang persis seperti orang bangun tidur.
"Hiks... Hiksss... Mey" tangis Rara kembali pecah saat melihat sahabatnya itu.
"Ayo masuk keruangan mu Ra, gak enak diliat pengunjung atau karyawan kalo kamu berantakan gini". Mey menuntun Rara menuju ruangannya
"Mau cerita?" Tanya Mey
Rara menggeleng. Mey menarik nafas besar.
"Mey. Akju punya sepupu, dia diperkosa kakak tirinya "
"Oh kamu nangis karena sepupumu itu. Eemm terus gimana sekarang dia?" Tanya Mey polos
"Iya kasian aku Mey. Cowok itu mau tanggung jawab tapi, sepupu aku gak mau nikah sama itu cowok Mey. Menurut kamu gimana?"
"Waah, Gentle banget cowoknya Ra, menurut aku bodo kalau sepupumu itu gak mau Ra " ujar Mey blak-blakan
"Kenapa bodoh, Kalau dia nikah gimana orang tuanya?" Tanya Rara lagi
"Ih ya kalo dia hamil gimana Ra?. Kalo orang tua nya sih gak papa Ra kan mereka gak sekandung Rara". Ketus Mey yang mulai kesal
"Tapi kalo gak hamil Mey gak papa kali ya gak usah nikah"
"Iiihhh Rara, sepupumu sama kamu sama-sama nyebelin, sini ku adon jadiin kue. Betewe. Ini beneran sepupumu Ra?" Tanya Mey penuh selidik.
Rara hanya tersenyum miris melihat Mey yang ngomel-ngomel.
"Makasih Mey" celetuknya kemudian
"Untuk?" Tanya Mey sambil mengernyitkan dahinya
"Semuanya" ucap Rara langsung memeluk Mey.
_________
Dilain tempat.
"Gila loe Bim!" Hardik seorang wanita sexy diruangan Bima
"Gue khilaf Nda, ini semua karena jalang sialan itu"
"Loe harus tanggung jawab Bima!. Loe udah ngerusak masa depan dia, berengsek loe!" Maki Nanda lagi
"Dia gak mau Nda, gue bingung" ucap Bima putus asa
"Terus loe nyerah ha?" Ucap Nanda sinjs7
"Nggak Nda, tapi disatu sisi gue kasihan sama dia, dia punya pacar Nda". Bima menatap sayu kearah Nanda
"b**o!. Loe gak mikir loe udah ngerusak harga diri dia, loe harus nikain dia Bima!" Ketus Nanda masih kecewa dengan Bima
"Iya Nda, bantu yakinin dia ya Nda?"
"Apa untung nya buat gue?"
"Untungnya loe nolong sahabat loe, dapet amal juga Nda "
"Taiik loe Bim"
Bima pulang kerumahnya pukul satu dini hari, ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Namun dia ingin melihat kondisi Rara, karena sikapnya tadi pagi berhasil mebuat gadis itu ketakutan.
Perrlahan ia buka pintu kamar Rara, dilihatnya gadis itu tertidur pulas hanya menggunakan tantop dan hotpants. Sebagian hati Bima tenang saat melihat gadis itu tidur dengan nyenyak tapi, ada juga keresahan yang timbul karena melihat gadis itu tidur hanya menggunakan hot pantas.
Bayangan Rara tidur hanya menggunakan tantop dan hotpants terus terbayang dibenak Bima. "Ah sialan nyesel gue ngecek Rara, coba tau dia tidur segitu sexy nya ya kali gue masuk".
Bima merutuki kebodohan dirinya, sekarang miliknya tak berhenti berdiri tegak membayangkan setiap lekuk tubuh Rara.
" Ah anjing lah ...! "
Akhirnya Bima menuntaskan hasrat nya dengan bantuan tangannya.
( Mampus lu Bima sapa suruh macan tidur dibangunin )
▪️▪️▪️▪️
Hari ini Rara kedatangan tamu ketoko kuenya, seorang wanita yang cantik juga sexy, Rara sampai terkagum-kagum dengan wanita tersebut.
"Permisi, Rara nya ada mbak" tanya wanita cantik itu dengan ramah
"Ahh... kebetulan dengan saya sendiri mbak" ucap Rara sopan
"Cantik sekali. Saya kesini mau membicarakannya tentang Bima "
"Apa jauh-jauh kesini cuman mau bicarain orang itu, hah paling-paling pacarnya Bima Ra, ntar dia bilang mbak, tolong jauhin pacar saya" Rara menebak nebak dalam hati
"Aku panggil Rara aja ya?, Biar lebih deket gitu" Tanyanya lembut dengan menunjukan deretan gigi kecil yang tersusun rapi.
Rara hanya mengangguk
"Aku sahabat Bima, kenalin" mengulurkan tangannya sambil tersenyum
Rara menerima uluran tangan tersebut.
"Bima sudah cerita semuanya sama aku Ra. Maaf kalau aku terkesan lancang" Rara mengerjap mencerna maksud dari perkataan Nanda.
"Se...semuanya?" Tanya Rara tak percaya
"Iya. Aku harap kamu bisa terima dia, dia udah banyak banget terluka Ra, pacarnya ninggalin dia"
"Bagaimana denganku, masa depanku rusak gara gara laki laki berengsek itu." Gumamnya dalam hati
"Kamu mau kan nikah sama bima?." Tanya Nanda penuh harap
"Itu terjadi karena kecelakaan Ra bukan keinginan Bima, kamu harus ngehargai niat baik dia"
"Maaf kalau sudah selesai silahkan keluar" ucap Rara seketika berubah menjadi dingin
Melihat Rara memasang wajah tak bersahabat mau tak mau Nanda keluar dari ruangan Rara.
"Rara, Bima itu laki-laki yang bertanggung jawab percaya sama aku, aku jauh mengenal dia dari pada ayahnya" ucap Nanda sambil tersenyum, lalu melenggang pergi
Tak lama Mey datang membawakan makan siang untuk Rara dan karyawan b toko kue Rara. Memang sebelum kedatangan Nanda, Rara manyuruh Mey membeli makan siang untuknya dan karyawannya.
"Raraa!. I'm coming!" Teriak Mey dari luar toko
"Eeemmhh!. Mey kamu beli apa itu baunya gak enak" teriak Rara sambil menutup hidungnya
"Ini bakso kesukaan kamu Ra, yang disimpang empat lampu merah" ucap Mey dengan bersemangat
"Beda penjual ya?, Kok bau gini?". tanya Rara. "Jangan di bawa masuk ihhh" pintanya sesaat Mey hendak masuk
"Baunya enak gini lho Ra cacing-cacing ku aja gak sabar mau makan" ujar Mey
"Bau Mey" teriak Rara
"Bau?. Harum gini lho Ra" ucap Mey heran
" Kamu kaya orang hamil aja Ra " celetuk Mey lagi
Deg....
" Hamil...? jangan Jangan , ah gak gak mungkin ada campuran bumbu yang buat aku eneg " ujar Rara membuang pikiran negatifnya
"Bumbunya kayanya Mey" kilah Rara lalu pergi ke toilet karena ia tak sanggup lagi mencium aroma bakso yang membuat aplikasi kalender nya .
Betapa terkejutnya Rara harusnya ia sudah haid Minggu dua Minggu lalu. Dengan perasaan yang bercampur aduk ia keluar dari toilet dengan wajah syok.
"Mey aku balik" ucap Rara datar dan berlalu begitu saja tanpa menoleh ke arah Mey
"Kok cepet Ra baliknya tumben, bakso kamu bawa nih" sambil menyodorkan splastik berisi bakso
"Kamu aja yang makan " ucap Rara sambil menjepit hidungnya agar aroma bakso tak menembus Indra penciuman nya.
" Aneh... " Ketus Mey
Rara pulang menggunakan taksi online .
Sebelum pulang Rara mberanikan diri singgah ke apotik membeli alat tes kehamilan.
" Pak tunggu sebentar ya "
" iya mbak "
Lalu Rara masuk kedalam apotik tersebut.
" Mbak minta alat tes kehamilan " ucap Rara dengan suara bergetar
" Ini mbak totalnya 20 ribu "
Rara memberikan uang 50 ribuan kepada kasir, setelah mendapatkan kembaliannya Rara segera pulang kerumah .
Maaf lambat up.