Part 07

1193 Words
Hari ini Rara tidak pergi ke toko kue miliknya, karena ia akan pergi kesekolah hari ini untuk mendengarkan pengumuman hasil Ujian Nasional beberapa Minggu lalu. Toko kue Rara akan tetap buka hari ini urusan toko sementara Rara percayakan kepada karyawan nya . Rara pun berangkat ke sekolah menggunakan motor Scoopy kesayangannya. --------- Dilain tempat Bima baru saja tiba dikantornya, ia terlihat sedang menelepon seseorang. " Cepat kesini sekarang " hanya itu kata yang dia ucapkan, setelahnya ia mematikan telepon tersebut. Beberapa menit kemudian datang seorang wanita yang memiliki paras cantik, tinggi dan sangat sexy. " Nanda,, bisakah pakaian mu... " Bima menggantung kata katanya. " Kau ini seorang dokter tapi pakaian mu sama sekali tidak menunjukkan bahwa kau adalah seorang dokter " gerutu Bima pada wanita didepannya  " Maaf Bima, sudah lah jangan kau urus pakaianku " ucap wanita itu. Dia adalah Ananda Wirakusumo sahabat Bima sejak sekolah menengah pertama hingga saat ini, Nanda seorang dokter spesialis kandungan, kegemarannya menggunakan pakaian terbuka membuat Bima sahabatnya sering kali menegurnya. " Jadi sampai dimana proses pencarian Renata Bim...? " Tanya Nanda memulai percakapan " Belum ada hasil Nda,,, " ucap Bima frustasi " Lo cari perempuan lain aja Bim, kayak perempuan cuman Renata doang, perempuan murahan lo masih cari, kan udah gue bilang dia ninggalin lo karena kabur sama cowok lain " Nanda blak-blakan menghina Renata didepan Bima, ia ingin melihat bagaimana reaksi Bima " Jangan gitu Nda.. " Bima membuang nafas panjang " Bim,, Lo gak pantes ngerusak diri lo demi perempuan gak bener kayak Renata " ucap Nanda lagi " Sudah lah Nda,, gue nyuruh lo dateng buat kasih gue saran, bukan Lo bikin pikiran gue kusut " ketus Bima  " Oke oke semangat ya pak Bima,,, " ucapnya, kemudian pergi meninggalkan Bima yang masih lasal padanya. " Punya sahabat bangke ya gini ni, temen nya susah bukan di bantuin malah di panas panasin " gerutu Bima setelah Nanda meninggalkan ruangan nya. ........ " Rara... Ihh kangenn " suara cempreng Mey memenuhi telinga Rara,ia berlari langsung memeluk Rara. " Ihh lepas Mey bisa mati aku kalok kamu peluk begini Mey " gerutu Rara • Mana Tiwi ya Mey kok gak keliatan " ujar Rara sambil mecari keberadaan Tiwi. " Udah kekantin dulu yuk, lapar Ra nungguin kamu dari tadi " gerutunya " Ya sudah yuk " " Novan ....! " Teriakan Mey lagi-lagi berhasil membuat Rara mengusap usap telinganya. " Haduh.... Mey gak usah coba pake terian budeg alu lama lama Deket kamu Mey " ketusnya " Hehehe maaf Ra seneng aja liat Novan " ucap Mey terkekeh " Gabung boleh ya " Novan berbasa basi " Boleh banget Van " Mey bersemangat manjawab " Lanjut dimana lo Ra...? " Tanya Novan  " Aku belum Van mungkin tahun depan " ujar Rara " Aku gak ditanya Van " celetuk Mey sambil cengengesan Novan hanya tertawa mendengar pertanyaan Mey. " Lo kuliah dimana Mey " ucap Novan gemas " Gak kuliah aku Van ntar bareng Rara tahun depan, aku sekarang bantu Rara ditoko kuenya kamu kesana cobaa..." ujar Mey percaya diri " Iya deh kapan kapan " Novan menggaruk tengkuknya yang tak gatal " Kenapa lo gak kuliah Ra " tanyanya halus " Aku pingin bisnis dulu Van, Alhamdulillah udah kecapaian tahun depan insyaallah aku kuliah " Rara menjelaskan pada Novan "Kamu kuliah dimana ntar Van...? " Tanya Rara " Rencana di Jogja Ra " ucap Novan singkat " Yah gak bisa ketemu kamu dong Van " keluh Rara " Gak asik ah Novan " Mey memanyunkan bibirnya " Ayo ke papan pengumuman, tuh hasil Ujian Nasional nya udah keluar " ujar Novan tanpa sadar menggandeng tangan Rara Mey yang menyadari hal itu ia hanya tersenyum. " Coba kalian jadian cocok banget aaaahh " gumamnya pelan " Kenapa Mey senyam senyum gak jelas gitu " celetuk Rara " Gak papa Ra, aku lagi seneng aja " Mey masih senyum senyum " Senang kenapa Mey, kamu jangan gitu ih senyum senyum gak jelas " ucap Rara sedikit ketakutan " Kalian kenapa gak nikah aja sih " celetu Mey dengan wajah serius Rara mengecek Mey dengan punggung tangannya ia merasa heran . " Mey kamu gak demam, tapi kok aneh gini, salah makan ya" " Gak Ra..." Ucapnya jutek " Van kayanya kesambet deh ni bocah " ucap Rara pada Novan " Iya Ra aku kesambet kalian gandengan kaya truk gandeng tau gak, kalian mau nyebrang ini bukan jalan raya Ra pake digandeng segala. Ketus Mey Spontan Rara melepaskan tangannya dari genggaman Novan. " Hehehe sorry banget " ucap Rara kikuk " Gak papa Ra aku malah seneng kamu mau aku gandeng " ujar Novan. " Kalian seneng aku sedih, gak ada yang digandeng " Mey memanyunkan bibirnya " No tiang...! " Ujar Rara dan Novan serempak " Ciiieeeee ....! Serempak " ujar Mey menggoda  " Udah ah gan aku yang bawa Rara lagi, ayo Ra " menarik tangan Rara " Kemana Mey " tanya Rara penasaran " Mau pipis "  " Ya kali Mey giliran gak enak kamu bawa bawa aku Mey " gerutunya sambil membuang nafasnya kasar " Aku udah kebelet Ra tapi gak ikhlas misahin gandengan kalian tadi " ujar Mey membuat wajah Rara menjadi panas " Duh ada orang nya lagi " celetuk Mey " Yang di tengah aja Mey " usul Rara " Gak mau Ra, yang tengah gak bagus lantainya " ujar Mey kemudian  Dor...dor...dor.. Mey menggedor-gedor pintu WC tersebut " Wooy yang di dalem keluar loo....! " Teriaknya " Yang di dalam bagi dong WC nya temen ku mau pipis " tambah Rara Dor... Dooorrr... Dooorrr.... " Woy keluar lu bangke ! gantian ! " Teriak Mey lagi " Bisu kali yang di dalem Ra ". Ucap mey kesal " Yang di tengah aja ya Mey, nanti sakit kamu nahanin pipis " bujuk Rara " Gak Ra...! Keramiknya gak bagus warna coklat aku gak suka...! Aku mau di sini...! Woy anjing keluar lo...! Gue kencing disini lo yang bersihkan mau..." Ancam Mey berkali kali Hening... Mendengar alasan konyol Mey, Rara hanya menggeleng kan kepala . Bisa bisanya menahan buang air kecil karena gak mau masuk WC selain WC ujung. Padahal disini banyak sekali WC yang kosong, tapi Mey tetep kekeuh hanya mau buang air kecil dengan WC ujung, hanya karena keramiknya berwarna putih, warna putih adalah warna kesukaan nya. Entah apa bedanya Rara pun heran dengan sahabatnya itu. Dor...dorr...dorr " Anjing gak tahan udah aku Ra " keluh Mey sambi menyilangkan kedua kakinya " Astaga....! " Rara terbelalak melihat tulisan yang ada di atas pintu " Kenapa Ra " " Itu,,,, " menunjuk tulisan  WC RUSAK ...! " Tuh Mey, pantes gak kamu panggil gak nyahut-nyahut, WC nya rusak " ucap Rara sambil tertawa " Iya kaya orang gila aku " ucap Mey sambil terkekeh " Udah Mey kam... Lho.. Mey " Rara menoleh kearah Mey, ia terkejut tak mendapati Mey disampinhnya lagi. Mey keluar dari wc tengah mau tak mau ia harus menggunakan WC tengah. " Ra selama aku sekolah disini aku gak pernah absen pake WC ujung Ra, ini pertama kalinya pke WC tengah, harga diriku tercoreng " ujar Mey  Rara mendengus kasar dan merutuki kekonyolan Mey.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD