"Mau aku temenin gak?" tanya Alex saat kami di dalam mobil menuju cafe untuk bertemu dengan Marina. "Gak usah. Kamu anterin aku aja, setelah itu ke kampus." Aku tidak mau kalau Alex bolos kuliah lagi. Dia harus pergi ke kampus, belajar dan menyelesaikan kuliahnya. "Oke. Tapi, kalau ada apa-apa, kamu harus segera kasih tau aku," kata Alex lagi, menoleh singkat padaku, lalu tatapannya kembali fokus ke jalan raya. "Oke." Sampai di cafe, aku mencium punggung tangan Alex. Ia pun mencium keningku cukup lama. "Aku sangat mencintaimu, Yang." Salah tingkah, menelan saliva, dan menganggukkan kepala. Aku belum bisa membalas perasaan cinta Alex. Mungkin suatu saat. "Iya. Aku turun dulu, ya?" "Iya, Sayang hati-hati." Turun dari mobil, berjalan masuk ke dalam cafe yang sudah dipenuhi par

