Sepanjang jalan pulang, aku memikirkan laporan keuangan yang selisihnya lumayan besar. Tidak habis pikir, kenapa Tamara melakukan itu? Apa kesalahan penghitungan tanpa disengaja atau disengaja? Seingatku, selama ini Tamara tidak pernah berbuat curang apalagi melakukan penggelapan uang. Aku menarik napas panjang, berusaha menetralisir perasaan tak menentu dan membuang jauh-jauh dugaan buruk yang dilakukan Tamara. "Kamu masih mikirin Tamara, Yang?" Pertanyaan Alex membuatku menoleh. Berdehem, mengubah posisi duduk. "Iya, Lex. Mungkin gak sih kalau laporan itu gak sengaja salah?" tanyaku pada Alex yang duduk di balik kemudi. Sejak menikah denganku, aku melarang Alex naik motor jika ke kantor apalagi sekarang musim hujan. Tidak mau kalau terjadi seperti tempo hari. Berteduh di warung nasi sa

