Berlian mengetukan jemarinya ke meja, celingukan mencari seseorang yang sudah ditunggunya sejak sepuluh menit lalu. Berlian melihat ponsel di tangannya, lalu menatap sekeliling kantin yang sudah sepi, hanya ada beberapa murid kelas dua belas saja yang hendak pulang mampir ke kantin. Berlian melihat jam yang melingkar di tangan kirinya, menghela napas karena Damar belum datang juga. Berlian berdiri dari duduknya sembari membawa s**u kotak stroberi di tangannya. Mungkin Damar tidak akan datang untuk menemuinya, begitu pikir Berlian. Dia melihat sekeliling kantin lagi, memastikan penglihatannya. Berlian menghela napas, langkah gontainya membuat ia tertabrak oleh seseorang yang berlari menuju kantin. "Aduh!" Berlian meringis, memegang bahunya yang tak sengaja tersenggol. "Sori, sori!" ujar

