"Permata 'kan udah beliin bajunya biar kita samaan. Permata, Damar dan Radit harus pake baju yang sama, kita 'kan kembar." Seorang anak perempuan dengan kucir dua di kepalanya menatap kedua temannya bergantian. Tangannya membawa kantung plastik putih dan disodorkan kepada teman-temannya. Mereka saling pandang, mengerjapkan matanya lalu menoleh lagi pada seorang anak perempuan bernama Permata itu. "Kok diem aja?" tanya Permata kecil, matanya berkaca-kaca dan menarik tangannya kembali. Matanya melihat kantung plastik yang sudah ia siapkan dari rumah untuk teman-temannya. "Permata yang minta sama Ibu buat beliin baju warna pink. Damar sama Radit nggak mau ya pake baju kayak Permata?" Damar dan Radit yang masih kecil itu melihat pakaian yang dikenakan Permata berwarna pink. Melihat mata Per

