Berbeda

1102 Words

Langkah kaki Damar mundur ketika ia hendak membuka ruang UKS dan mendapati Radit baru saja keluar. Damar menatap Radit, menggaruk kepalanya ketika tatapan Radit mengintimidasi dirinya. Terlebih lagi di tangan Damar sudah ada dua kotak s**u stroberi membuat mata Radit menyipit. "Lo ... mau ngapain ke UKS?" tanya Radit begitu Damar tepat di hadapannya. Mata Radit memicing, menatap Damar curiga lalu menganggukan kepalanya seolah ia paham dengan situasi ini. "Oh, gue tahu, lo mau nyari Berlian, kan?" Helaan napas gusar keluar dari mulut Damar. Dugaan Radit selalu tepat sasaran. Sudah ketahuan, Damar tidak bisa mengelak lagi karena kini ia sudah di depan ruang UKS. Radit pasti akan tahu jika Damar beralasan atau berbohong karena Radit tahu sekali gelagat Damar jika sedang gugup. Damar tak me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD