Tubuh Berlian terasa lemas usai menyelesaikan hukuman tambahan yang diberikan oleh Bu Pur sepulang bimbel. Berlian menghela napas, mengusap peluh di dahinya yang bercucuran. Matanya melihat sekeliling sekolah, sudah sepi karena semuanya sudah pulang menyisakan anak-anak paskibra dan basket yang sedang latihan di lapangan. Langkah gontai Berlian membawanya hingga ke gerbang sekolah. Kepalanya terasa pusing akibat bertengkar dengan Tita yang saling menjambak. Kepala Berlian hampir saja terbentur bahu seseorang di hadapannya. Berlian mendongak, terkejut mendapati Damar tengah menatap ke arahnya. Berlian tidak menghiraukan lelaki itu yang menyodorkan dua kotak s**u stroberi ke hadapannya. Berlian melewati Damar begitu saja tanpa mengatakan apa-apa membuat Damar menarik tas di punggung Berlia

