Bu Wanti masih menatap Arham yang tengah mengenakan jam tangannya. Rasanya ada yang hilang mengingat jika Arham akan pindah beberapa jam lagi. Anak laki-laki kesayangannya itu memilih tinggal di rumah barunya yang dekat dengan rumah sakit tempatnya bekerja. Rumah itu sudah dibangun sejak lama, sebelum Arham disuruh untuk menikah. Dan terkadang Arham juga berada di rumahnya jika sedang sibuk dan malas pulang ke rumah orang tuanya karena jauh dan karena selalu dipaksa untuk mencari jodoh agar cepat-cepat menikah. "Ndak besok-besok aja le, yang pindah. Nanti kalau Ibu kangen gimana?" Ucap Bu Wanti yang masuk ke dalam kamar Arham dan Fasha itu. Arham mengancingkan ujung kemejanya lalu menatap Bu Wanti yang sudah duduk di atas kasur miliknya. Senyuman sedikit tergambar di sana. Mungkin hanya

