4 jam sebelum Bian menemukan Davino yang ingin loncat dari balkon kamarnya. Bian terduduk lemas di depan closet setelah memuntahkan isi lambungnya. Untuk sejenak, anak itu memejamkan matanya berusaha mengusir kunang-kunang yang kini muncul pengelihatanya dan berusaha meredam sakit pada kepalanya. Memang sejak di sekolah tadi Bian sudah merasakan tubuhnya tidak enak bahkan hingga saat ini pun perasaan itu tidak juga hilang meski Bian sudah meminum obat. Tapi bukanlah Bian kalau tidak memaksakan diri. Jadi terlihat baik-baik saja Bian sejak tadi di depan kekuarag ayahnya hanyalah sandiwara karena hanya dengan cara itulah satu-satunya cara supaya Bian bisa bertemu dengan kembaranya. Saat merasa sudah sedikit lebih baik Bian mencoba bangkit dari posisinya duduk. Meraih benda-benda di dekatan

