Mimpi dan Kenyatan

2006 Words

Mata itu mengerjap perlahan saat sinar matahari menerpa wajahnya dari balik jendela yang tirainya terbuka. Untuk sejenak, Davino menatap sendu ke arah plafon putih yang ada di hadapanya, kepalanya masih terasa sedikit pening. Ah... Akhirnya Davino menyesal karena telah bersikap bodoh dengan melakukan mogok makan. Kalau tubuhnya terus sakit seperti ini bagaimana dia bisa menemui kembaranya. Bisa-bisa Davino keburu dibawa ke Inggris sebelun dia sempat bertemu lagi dengan Bian. Setetes kristal bening mengalir dari surut matanya. Memikirkan Bian membuat dia semakin rindu. Dia sangat ingin melihat kembaranya saat ini. Davino memaksakan diri bangkit dari tidurnya. Rona pucat pada wajahnya membuat Davino tampak menyedihkan. Anak yang selalu menampakan wajah ceriah itu kini tampak sangat lesu bag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD