Karen masuk ke dalam apartement Nara setelah berhasil membuka pintu dengan menekan password yang telah diberikan gadis itu. Nara menatap ke arah sang tunangan yang terlihat lesu dengan kedua kantung mata hitam—tanda kurangnya istirahat. Nara pun tersenyum, melingkarkan lengannya pada tubuh Karen sambil menikmati punggung lebar pria itu. Sudah lama tidak bertemu dengan Karen karena pria itu memilih menyendiri untuk beberapa saat setelah kematian Kerla beberapa hari lalu. Sebenarnya Karen tidak ingin datang kesini, namun gadis itu memberitahu bahwa ada informasi penting untuk Karen. Nara senang menggoda Karen yang suasana hatinya sedang tidak baik. Gadis itu terus memeluk dan mencium tengkuk Karen. Tidak ada penolakan sama sekali, hanya ada suara helaan napas kasar yang Nara dengar keluar

