9. Tak sengaja

1620 Words
Zressss.. suara gemuruh hujan yang semakin lama semakin besar dan membasahi tubuh Ranran. "Mmm? sepatu?" ujar terkejut nya saat melihat sebuah sepatu hitam dan seseorang pria yang kini sedang memayungi nya. "Nona.. seperti nya saya telah melihat kejadian barusan, tentu nya ini akan membuat nona snagat malu, tapi saya tak bisa membiar kan seorang wanita kedinginan di tengah hujan yang begitu lebat ini, silah kan guna kan saja payung ini." ujar Andreh bergegas pergi. "Apa itu barusan? cinta? apa dia cinta sejati ku? aiss.. jantung ku berdetak sangat kencang." fikiran kacau Ranran. Keesokkan hari nya. "Apa kau akan benar benar datang? bagaimana jika mereka semua mempermalu kan mu di sana?" ujar sedih Zuzu yang tidak bisa menemani Ranran karena ia harus kerja. "Tak apa, toh yang akan menjadi pusat perhatian adalah mereka berdua jika aku sendiri." ujar Ranran seketika membuat Zuzu terkejut. "Mm.. kau bisa seperti itu juga ya, berjuang lah di sana, aku percaya pada mu." ujar Zuzu dengn senyum kecil nya. Ranran "Kaka.. anuu boleh kah aku meminjam baju mu? sepatu dan juga tas mu?" ujar nya. Zuzu "Memang nya selama ini kau memakai barang siapa? tanpa kau meminya ijin pun kau sudah langsung memakai nya." ujar nya sembari melihat pakaian yang sedang di pakai Ranran. Beberapa menit kemudian setelah Ranran selesai memakai dres berwarna merah panjang dengan sepatu nya berwarna merah. Cekritt.. suara taxi Ranran yang berhenti di depan hotel Hilton Shenyang china. "Ini pak, kembalian nya ambil saja." ujar tergesa gesa Ranran langsung berlari ke arah Hotel. Tok.. tok.. tok.. suara lari Ranran yang sedang memakai sepatu tinggi merah nya itu. Tringg.. tringg.. tiba tiba terdengar suara telephone dari handphone Ranran yang membuat nya berhenti berlari. "Paman? Halo.. ya paman Ranran sudah berada di depan hotel Hilton sekarang." ujar Ranran langsung mengangkat telephone nya setelah mengetahui bahwa paman nya yang menelephone. "Paman sudah melihat mu, dimana pria yang akan mendampingi mu malam ini? tak mungkin jika kau melanggar perkataan paman bukan?" ujar Huo tang yang kini melihat Ranran dari balkon hotel. "Bagaimana ini, paman akan marah jika aku mengatakan tidak membawa pria itu, apa yang harus aku laku kan?" fikiran gelisah Ranran. Ranran "Tentu aku membawa nya, hanya saja aku sedang menunggu nya sekarang paman tak usah khawatir, dan di mana paman? aku tak sama sekali melihat paman." ujar nya sembari menoleh kekanan dan kiri nya. "Bagus lah jika begitu jadi paman tak perlu mengkhawatir kan repotasi Luo, berhenti mencari paman leher mu akan sakit nanti, hanya paman yang boleh melihat mu dengan jelas dan kau tidak, sudah ya paman kembali menyambut tamu." ujar Huo langsung memati kan telephone nya. "Huft.. anak itu selalu saja membuat ku pusing!" ujar Huo. "Ada apa? dia tidak membawa pria? dasar anak itu bagaimana jika kehadiran nya membuat repotasi Luo jadi rusak." ujar Yao istri Huo. Huo "Berdoa saja anak itu tidak membuat masalah hari ini, jika sampai ada masalah sedikit pun akan ku suruh pembunuh bayaran membunuh nya! toh kota shenyang telah melupa kan nya mungkin tidak ada yang mengingat nya." ujar seringai Huo. Sementara itu di depan hotel Hilton. "Bagaimana ini? sangking takut di marahi paman aku jadi berkata bohong, apa yang harus aku laku kan? mendapat kan pria di mana malam malam begini?" ujar gelisah nya sembari melihat kanan dan kiri nya. "Itu diaa!" ujar Ranran langsung berlari ke arah pria yang baru saja keluar dari mobil nya. "Halo?" ujar pria itu baru saja mengangkat telephone. Greb! dengan cepat tangan Ranran langsung merangkul tangan pria itu dan menarik nya ke dalam tanpa mengetahui siapa yang sedang ia tarik. "Tunggu! kau ingin membawa ku kemana?" tanya Alex pria yang kini sedang Ranran tarik. "Tidak tahu siapa kau, malam ini saja berada di samping ku!" ujar Ranran tanpa melihat wajah yang sedang ia tarik. Setelah mendengar itu pun Alex menyeringai karena ia memang datang ke tempat itu untuk menemui wanita yang berani kabur dari nya saat ia rela membuat kan nya makanan saat pagi pagi buta. Beberapa hari yang lalu saat di kapal pesiar Caviaroz kamar utama. "Ini benar seperti ini? Aiss.. bagaimana cara membikin sup? hanya air saja bukan? kenapa aku harus sempurna sekali menyiap kan ini? jika ia tak mau makan pun tak masalah!" ujar Apex sehabis membuat sup untuk Ranran. Beberapa menit kemudian. "Hoammm.. tuan ada apa? bukan kah ini terlalu pagi jika untuk menyuruh ku? kenapa fidio Cal saya sedang tak memakai baju." ujar Andreh yang masih berada di kasur nya. "Kau pikir aku mau meluhat tubuh mu?" teriak Alex. Andreh "Hehe.. lalu apa yang harus saya laku kan? harus kah saya kesana sekarang?" tanya nya langsung terbangun dan duduk di kasur nya. Alex "Aku hanya membutuh kan penglihatan mu! kau beloh memberi kan saran namun tidak mengata kan yang berlebihan ingat! lihat ini!" ujar nya langsung mengatur kamera nya ke arah sebuah mangkok yang terdapat sup buatan nya. "Sup? ah.. untuk nona Ranran?" tanya Andreh. "Uang mu terlalu banyak sampai aku ingin mengambil gaji mu bulan ini." ujar ketus Alex. "Eh? seperti nya sup itu kelihatan terlalu banyak minyak, tapi tak masalah tuan hanya perlu menyuapi nona Ranran dengan sayuran nya saja toh pasti sayuran nya empuk, apa asin nya sudah pas?" ucap Andreh sembari mengamati sup buatan Alex itu. "Aku suruh kau melihat nya agar tau asin dan pas nya bodoh! kau pikir aku tau dengan hal begini?" ujar teriak Alex. "Lalu kenapa anda bersusah payah untuk membuat nya? dan bagaimana saya bisa tahu asin atau tidak nya jika saya tidak di sana." saut Andreh. "Apa itu tak bisa di rasa kan dengan melihat saja?" tanya Alex seketika membuat wajah Andreh terdiam dengan ekspresi yang sangat menakut kan itu. Alex "Ha.. ha.. kupikir dengan hanya melihat nya kau bisa merasa kan nya, baik lah baik lah aku hanya memasuk kan 3 sendok garam, dan satu bungkus Roiko apa itu sudah cukup?" ucap nya seketika mengubah kembali ekspresi Andreh. Andreh "Beruntung jika kau menanya kan dahulu pada ku jika tidak mungkin nona Ranran akan mati keasinan." ujar nya. "Apa keasinan bisa menyebab kan mati? lalu harus bagaimana?" tanya Alex dengan wajah sedih nya. "Aiss.. suruh saja pelayan menyiap kan sup nya toh sekaligus kau membawa Ranran turun kebawah pemandangan pagi sangat bagus untuk makan bersama." ujar Andreh. "Kenapa aku harus melaku kan itu? bisakah kau mengatakan apa yang harus aku kata kan untuk mengajak nya makan?" tanya Alex. Andreh "Tuan sungguh tak tahu? jelas tuan yang paling banyak di sukai wanita!" Alex "Mereka yang menyukai ku bukan aku! bagaimana bisa aku mengetahui kata kata yang harus aku kata kan untuk mengajak perempuan makan?" saut cepat nya. Beberapa menit kemudian setelah Andreh menyaran kan untuk terus bertelephone agar ia bisa memberi tahu apa yang harus di ucap kan nya untuk mengajak Ranran makan dengan cara telephone lewat Earphone. Ceklek.. suara pintu kamar baru saja di buka oleh Alex. "Seharus nya wanita ini akan merasa terkejut dan langsung mencium kaki ku untuk berterima kasih, tentu saja itu yang akan ia laku kan." fikiran sombong nya. Ngikk.. slurr.. suara jendela kamar yang terbuka lebar dan hodreng yang terkena angin. "Wanita itu? apa dia kabur!" ujar terkejut nya sekaligus kesal nya yang melihat Ranran sudah tidak ada di kamar nya. "Apaa? kabur?" ujar terkejut Andreh. Alex "Wanita itu! cepat keluar dan cari dia sekarang!" teriak nya sembari berlari keluar dengan lewat jendela itu juga untuk mencari Ranran. Drap.. drap.. suara langkah lari Alex yang sedang mencari Ranran. "Hos.. hos.. apa dia itu jin atau semacam nya? lari nya cepat sekali." ujar terengah engah nya yang berhenti tepat di balkon lantai ke 2 kamal pesiar. Kruyukkk.. tiba tiba terdengar suara gerumuhan perut seseorang dari lantai satu yang membuat Alex langsung menengok ke arah nya. "Ternyata dia di situ!" gumaman nya sembari menyeringai. Ranran "Ukh.. perut ku lapar, tak tahan menahan lapar sembari berlari seperti ini! tapi bagaimana jika pria m***m itu menemukan ku?" ujar nya sembari memegang perut nya. Alex "Berani nya telah kabur dari ku! kau wanita spesies paling aneh! ini hukuman untuk mu!" ujar nya sembari melempar satu Roti yang berada di meja dekat balkon sekarang ia berada. Tuk!.. suara roti yang di lempar Alex mengarah tepat di kepala Ranran. "Awww.. Roti? woahh, langit pun tahu kalau aku sedang lapar! apa yang ku tunggu aku harus kabur! " ujar Ranran mengambil Roti itu dan bergegas pergi. "Tidak terlihat kan? seperti nya ia sudah pergi." ujar Alex yang langsung mengumpan di tembok balkon itu sehabis melempar roti ke kepala Ranran. Drap.. drap.. drap suara langkah lari Andreh yang membuat semua tatapan mengarah ke arah nya lebih tepat nya ke arah tubuh nya. "Itu bukan nya sekretaris tuan besar Alex ada apa dengan nya?" "Apa kita lupa memberi kan baju ke kamar nya? mengapa ia berlari tanpa memakai baju? dan hanya memakai celana kolor?" ujar para pelayan di kapal pesiar itu yang melihat Andreh berlari tanpa mengena kan baju nya. Andreh "Sial!.. ini semua karena mu tuan, lihat lah aku tak akan datang di acara ulang tahun kapal pesir ini tahun depan!" fikiran malu nya yang takut gaji nya di potong Alex. Puk.. puk.. puk suara Alex yang sedang menepuk nepuk dan membersih kan debu dari celana nya. "Aih.. celana ku jadi kotor karena wanita itu lihat saja aku akan membuat perhitungan pada mu!" ujar kesal Alex. "Itu diaa!" ujar Andreh yang melihat Alex sedang berdiri di balkon dan segera menghampiri nya. Taps! suara langkah kaki berhenti Andreh yang membuat Alex terkejut dan kembali terjatuh, bruk! "Di.. dimana baju mu?" ujar gagap Alex. "Kau menyuruh ku langsung mencari ya tentu saja baju ku masih tertidur di kamar." saut Andreh dengan tatapan menyeram kan nya. Kembali di hotel Hilton di pesta tunangan sekaligus pernikahan Luo tang dan Dian Zu. sementara itu Leu Ranran masih menarik pria yang tak sama sekali ia kenal.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD