BAB – 15

1620 Words

Mobil yang dikendarai Roni sudah sampai di bandara. Ia memarkirkan mobilnya dan menuntun Amanda hingga sampai di gerbang masuk bandara. “Nona, bisa sendirian di dalam’kan?” Roni sedikit khawatir sebab ia tahu jika Amanda belum terbiasa dengan semua ini. “Pak Roni bisa ikut masuk?” Roni menggeleng, “Tidak.” “Ya sudah, tidak masalah. Nanti Manda bisa tanya-tanya di dalam sana.” Roni mengangguk, “Ini e-tiketnya. Bapak akan kirimkan ke nomor w******p nona.” “Iya, Pak. Sekali lagi terima kasih banyak atas bantuan bapak. Amanda tidak akan pernah melupakannya seumur hidup Amanda.” “Iya, sama-sama. Bolehkan bapak membelai sejenak ujung kepala nona?” Amanda tersenyum, ia mengangguk. Roni membelai puncak kepala Amanda dengan lembut. Netra pria itu berkaca-kaca. Terlihat jelas raut wajah tul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD