BAB – 17

1549 Words

“Aaaaaaaa ....” Amanda terjaga, wajahnya berkeringat. Kondisi kamar yang panas tanpa kipas angin membuat wajah dan sekujur tubuh gadis itu bermandikan keringat. Alhamdulillah ... syukurlah hanya mimpi. Semoga pria itu sudah melupakan aku dan menemukan gadis lain untuk memenuhi keinginannya. Aku tidak ingi bertemu dengannya lagi, selamanya ... Amanda lega, kejadian buruk yang baru saja ia alami hanyalah sebuah mimpi. Amanda menatap sekeliling, tidak ada siapa-siapa di dekatnya. Amanda menyeka keringat yang terus mengalir dari dahinya. Netranya menatap jam dinding bulat yang di dalamnya ada gambar sebuah merk obat nyamuk. Jam dinding itu menunjukkan pukul tiga sore. Masih jam tiga ... ini kok panas banget ya? Kipas anginnya gak hidup? Apa mati listrik? Amanda bergumam di dalam hatinya se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD