Koma

1906 Words

Malam pun menjelang. Suasana meja makan besar rumah Ami hari ini tampak ramai dan semarak. Kedatangan keluarganya dari Jakarta membawa warna baru dan kehangatan di rumah itu. gelak tawa menghiasi meja makan itu. Sesekali candaan ringan juga terdengar dari bibir Disa untuk keponakan dan adi bungsunya. Tidak ada satu pun yang membahas masalah Richard di sana, sebab masalah itu memang terlalu sensitif untuk di bahas di meja itu. “Jadi bagaimana kuliah kamu, Nak? Tidak ada masalah’kan? Tidak merepotkan mami dan papi di sini’kan?” tanya Iman kemudian. “Alhamdulillah, aman kok, Ayah ... Perkara merepotkan, sepertinya ayah dan ibu tanyakan langsung saja pada mami dan papi.” Disa tersenyum menatap ayah dan ibu angkatnya itu. “Tidak kok, Pak Iman. Justru kami sangat bangga dan bahagia dengan ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD