Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore dan taksi yang mereka tumpangi baru saja berhenti di depan pagar rumah Ami. Jonas sengaja tidak memberi tahu ibu dan ayahnya kalau dirinya akan datang malam ini. Mereka semua turun dari taksi dan Jonas membayar tarif sesuai argo dan ia lebihkan beberapa. Setelah membayar dan turun sempurna, mereka pun menekan bel yang terdapat di depan pagar. Seorang pria yang bertugas sebagai keamanan di rumah itu melihat dari layar CCTV dan bergegas keluar dari posnya seraya membuka pintu. “Tuan muda? Kok tuan muda dan keluarga tidak bilang mau ke sini? ‘Kan bisa dijemput oleh pak Gusti?” ucapnya, ramah. “Tidak apa-apa, Pak. Lagi pula saya memang ingin memberi kejutan untuk mami dan papi. Mami dan papi ada’kan?” “Ada, Tuan.” Jonas mengangguk, lalu menuntun se

