Richard sudah keluar dari kamar mandi, sementara Vanesha masih setia menunggunya di depan pintu kamar mandi. Pria itu masih sedikit terhuyung oleh pengaruh alkohol yang beum hilang sepenuhnya dari tubuhnya. Bahkan ia memegang dinding ketika berjalan keluar dari kamar mandi. “Sudah selesai?” tanya Vanesha dengan senyum merona. Richard mengangguk lemah, lalu kembali berjalan menuju ranjang. Vanesha dengan cepat membantu pria itu karena terlihat jelas Richard masih pusing. Vanesha memapah tubuh Richard dengan lembut. Walau pria itu cukup berat, tapi Vanesha tetap melakukannya dengan senang hati. “Kamu minum terlalu banyak dan memilih minuman dengan kadar alkohol sangat tinggi. Ada apa denganmu? Apa kamu punya masalah?” Richard menggeleng, “Bukan urusanmu. Bisa kamu mengantarku pulang?” ta

