Kota Denpasar, Bali. Dua minggu sudah Disa ikut ambil bagian dalam latihan dan persiapan untuk pameran seni yang akan diadakan oleh fakultas mereka. Fielda dan Yasmin tidak ikut dalam pameran itu karena mereka sendiri yang menolak ajakan Raja. Bukan karena mereka benar-benar tidak ingin, akan tetapi tidak ingin jadi penghalang kedekatan Raja dengan Disa. “Fil, rasanya nongkrong di sini tanpa Disa rasanya nggak seru ya.” Yasmin terus memutar sedotan di atas gelas jus yang saat ini ada di depannya. Hampir dua minggu mereka jarang jalan bersama lagi dengan Disa karena kesibukan baru gadis itu. “Iya la ... Yang menyatukan antara aku dan kamu itu’kan Disa. Karena Disa kita bertiga bisa bersahabat baik, tapi sekarang dia tidak ada, rasanya hampa.” Fielda menoleh ke arah dinding kaca kafe temp

