JALAN TERBAIK 23

886 Words

#Prisil . . . "Din..aku bisa jelas--!" Telunjuk Dinda terangkat, mengisyaratkan aku untuk diam. Dia tetap digelengkan sambil tetap tersenyum. Apakah ada yang membantunya? Harusnya dia marah. Dinda lalu kembali menatapku. Agak lama kami saling berpandangan sampai aku sadar dan mengajaknya duduk. Dinda menurut. Kami duduk bersebelahan. Entah apa yang aku rasakan. Aku senang ada yang aneh. Dinda dari tadi tersenyum, sangat tulus. "Din. Maaf soal kemarin. Aku sama Alif nggak ada hubungan apa-apa. Bener. Itu cuman masa lalu ...!" Jelasku. Dinda terdengar menarik nafas panjang dan menghembuskanya dengan cepat. "Jadi kamu yang buat Mas Alif nggak bisa jatuh cinta sama aku?" Pertanyaan Dinda langsung menusuk jantungku. Dia mengatakan itu sangat lembut dan terdengar tak ada lagi. Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD