Dua minggu sudah aku tak mendapatkan kabar berita tentang Tatjana. Nomornya tak bisa dihubungi. Sepertinya ia sengaja mengganti nomor supaya aku tak bisa mengendus di mana keberadaannya. Gina juga sama. Ia sama sekali tak merespons semua pesan yang kukirim ke nomornya. Aku tak mungkin menemui Ibu Rosma di rumah mereka. Ibu Rosma jelas akan menolak kedatanganku. Mengandalkan Tuti, Siti dan Endah pun akan percuma. Mereka sudah dibungkam untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. Alya dan Prabu! Mereka pasti tahu di mana keberadaan Tatjana dan Gina. Tatjana pasti mengatakan semuanya pada mereka. Aku sudah berada di depan rumah Alya. Cukup lama aku menunggu di depan rumahnya sampai ada seseorang yang keluar. Ada seorang wanita yang keluar, yang pasti itu bukan Alya. “Permisi, Ibu. Alya ada?”

