"Bu, Yah, maaf Dimas agak telat ya? Tadi macet sedikit di jalan." "Enggak apa-apa kok Dimas. Kita naik mobil sendiri-sendiri saja atau bagaimana?" tanya Djaya kepada menantunya yang kini nampak kelelahan. Tersirat dari wajah. "Satu mobil aja, nanti Dimas yang antar jemput Ayah." "Kamu baru abis ada operasi ya?" Dimas menyunggingkan senyum, hari ini ia memang menangani operasi jantung yang cukup kompleks dan berat, berjam-jam yang tiada hentinya. Ia agak kaget karena ayah mertuanya bisa tahu hal tersebut. "Betul Yah, memang tadi ada pasien kritis yang harus Dimas tangani dadakan, keadaan jantungnya udah sudah banget ditangani." "Kalau gitu, kita pakai mobil sendiri-sendiri saja, agar kamu bisa langsung pulang." "Baik Yah, terimakasih." "Tidak perlu berterimakasih, ini kewajiban kami

