"Saya udah ngindar!" Dengan wajah datar yang nampak tidak terlalu peduli tapi ingin mengurusi, Mawar pun menunjuk kedua matanya dengan jari telunjuk dan tengah. "Aku lihat dari tadi loh mas. Aku lihat. Kamu sempet merem melek itu menikmati. Pas ada aku aja sok-sokan dorong. Pas belum lihat aku kamu biarin aja." "Ck! Beneran, enggak. Saya enggak macem-macem, Mawar. Ya tadi emang sedikit terdistraksi tapi enggak mau juga." "Halah, omong kosong, nih makanan yang kamu minta. Silahkan kegiatan kalian di lanjutkan." Dengan tegas, Mawar menyimpan makanan tersebut di meja depan sofa dan berbalik pergi, sayang saja, sebelum sampai ke arah pintu, sang suami menyegatnya. "Apa sih? Minggir!" Tidak! Dimas tidak ingin Mawar sampai ilfil kepadanya karena hal ini. Bagaimana pun, Mawar harus bisa jatu

