19. Rumah Mertua

1031 Words

"Tapi kamu kerja kan Mas?" "Udah dibicarakan, ada dokter lain yang gantiin saya dulu sebentar, selama beberapa jam." Mawar terdiam selama beberapa detik dan menganggukan kepala. Kini ia sudah memakai baju tidur. Tak ada baju lain di dalam koper yang ia bawa sejak pernikahan kemarin. Hanya ini. Dan Mawar malas untuk sekedar mencuci. Kesehariannya hanya bengong dan tak tahu arah hidup sejak beberapa waktu lalu. "Kamu udah enggak marah kepada kedua orang tuamu?" Mendengar hal ini, Mawar merasa jika, kepribadian Dimas kembali normal seperti biasa. Tak ada hawa menakutkan lagi yang menguar dari tubuhnya yang tinggi tegap itu. "Aku bingung." "Kamu masih marah tandanya." Dimas menarik kunci mobil sebelum bergerak keluar dari dalam kamar. Mereka turun beriringan dari lantai dua. Mobil sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD