Brum
Brum
Brum
Suara mesin motor sport terdengar menggelegar dijalan utama ke Mansion Rocky, jalan yang terlihat sengaja di kosongkan oleh seseorang, membuat Ayu dengan dua sahabat nya melajukan motor besar mereka dengan kencang.
Mereka bertiga menghindari sesuatu yang tidak mereka inginkan, tapi belum juga mereka sampai Mansion Rocky, Ayu dan dua sahabatnya dihadang mobil ditengah jalan.
Ayu dan dua sahabatnya menghentikan motor mereka dengan heran, siapa yang ingin mencelakai mereka bertiga, Ayu dan dua sahabatnya, selama ini tidak punya musuh meskipun ketiganya suka sekali berkeliaran dilingkungan berbahaya.
Ayu dan dua sahabatnya menatap mobil yang menghalangi jalan mereka dengan tatapan tajam, tidak ada satupun dari ketiganya yang membuka helm teropong yang mereka kenakan.
"Kira-kira, siapa mereka??" tanya Novia dengan menoleh ke arah Ayu yang ada ditengah
"Em, sepertinya mereka bukan orang sembarangan!" sahut Ayu melihat mobil milik penghalang jalan.
"Menurut, Lo siapa Yu??" tanya Laras dengan ikut menoleh ke arah Ayu dengan tatapan bertanya
Ayu menatap mobil tanpa menyahut apa yang di tanyakan Laras, bukan Ayu tidak ingin menjawab pertanyaan Laras, tapi dia tengah mengamati beberapa orang yang baru saja turun dari dalam mobil.
"Mereka, anak buah keluarga Yofik" ucap Ayu dengan melihat tanda bunga mawar hitam di leher pria berbadan tegap yang ada dibarisan paling depan.
Ayu dengan dua sahabatnya dihadang 8 pria berbadan kekar, tegap dan tinggi. mungkin tinggi delapan pria didepan Ayu dan dua sahabatnya sama dengan tinggi Rocky atau Al.
Ayu menolah ke arah Laras dan Novia secara bergantian, memastikan kedua sahabatnya mendengar apa yang Ayu katakan baru saja. "Apa, kalian berdua tidak tuli??" tanya Ayu
Hufff
Laras dan Novia mendengus mendengar pertanyaan Ayu, tentu saja mereka berdua mendengar apalagi jarak Ayu dan dua sahabatnya tidak lah jauh. "Gue, denger somplak" sahut Novia dengan sangat malas.
"Tau!! Lo kira kita budek apa??" timpal Laras dengan memutar bola matanya dengan sangat malas.
"Yah kan kadang-kadang telinga kalian kayak telinga gajah tebal" ejek Ayu disaat musuh didepan mereka bertiga sudah siap dengan sengaja tajam dan senjata api.
"Sialan Lo!!" maki Laras dan Novia dengan sangat kompak.
Ayu tertawa melihat dua sahabatnya yang tampak kesal dibalik helm mereka, Ayu sangat puas setelah membuat kedua sahabatnya merasa sangat kesal dengannya.
Saat Ayu tengah mentertawakan dua sahabatnya! Ayu dan dua sahabatnya mendengar suara pria yang ada didepan mereka! Ayu menghentikan tawanya, dia langsung saja menatap tajam pria yang sudah mengganggu kesenangannya.
"Maju!! kalau kalian berani sialan!" pekik Novia dengan sangat kencang
"Kalian! sudah diambang kematian masih saja sokk jagoan!!" kesal salah satu pria
Laras mengangkat jari jempolnya lalu dia balik ke bawa, Laras dengan sengaja memancing para musuh. "Badan! doang yang gede! nyali kek kura-kura" pancing Laras dengan sangat sengaja.
8 musuh yang ada didepan Ayu dan dua sahabatnya saling tatap dengan teman mereka, mereka semua tidak terima dengan apa yang dikatakan Laras! 8 musuh merasa terhina mendengar apa yang di katakan Laras.
"Serang!" pekik salah satu musuh.
8 pria berbadan kekar berlari ke arah Ayu dan dua sahabatnya, sedangkan Ayu dan dua sahabatnya malah menghidupkan mesin motor mereka secara bersamaan.
Brumm
Brumm
Ayu menarik gas motor nya dengan sangat kencang, tanpa banyak bicara Ayu menginjak gigi motor menekan kopling dan menarik gas secara bersamaan! dengan mengangkat stir motor ke naik ke atas, membuat ban depan naik ke atas.
Ayu melajukan motor milikinya dengan satu ban belakang saja! Ayu menyerang musuh dengan motor kesayangannya, berbeda lagi dengan Laras yang malah dengan sengaja mempermainkan musuh dengan dia masih anteng duduk di jok motor nya.
Sedangkan Novia dia sudah berdiri diatas motor dengan keadaan motornya hidup. Novia sangat enggan turun dari atas motor miliknya.
Brumm
Phakk..
Ahh
"Bedeba!" maki salah satu musuh saat mendapatkan serangan dari Ayu.
Mendengar makian musuh Ayu bukannya takut, dia malah tersenyum miring! Ayu ingin menunjukkan bagaimana pecundang sesungguhnya, Ayu tidak akan melepaskan semut kecil yang terus menyerangnya dengan senjata api.
Ayu menduga dia sasaran ke delapan musuh yang menghadang mereka bertiga! Ayu terus di tembaki, di serang dengan sangat membabi buta oleh musuh,sedangkan dua sahabatnya tidak seburuk Ayu diserang.
"Rara lihat saja bagaimana aku akan membalas kamu" batin Ayu dengan membalas serangan setiap musuh yang ingin menjatuhkan dirinya.
Phakk..
Dorrr
Dorr
Ayu terus menghindar saat timah panas dilayangkan ke arahnya, Ayu tampak kelelahan saat ini, tubuhnya yang memang tidak sebaik sebelumnya, Ayu beberapa hari sibuk dengan dunia nya yang membuatnya kelelahan.
Ayu sudah dihajar habis-habisan Al, saat pulang dia di hukum Rocky dengan 100 kali pus up, Ayu sangat kelelahan! di sekolah dia ingin tenang malah diganggu Rara, bahkan saat pulang Rara masih saja mengganggunya dengan mengirim anak buah bodohnya yang tidak sebanding dengannya.
Ahhh..
Ayu berteriak dengan sangat kencang! ciri khas Ayu disaat tubuhnya mulai kelelahan, dua sahabatnya langsung saja mengakhiri permainan mereka dengan para musuh.
Setelah mereka menumbangkan musuh, Laras dan Novia membantu Ayu yang tidak jauh dari mereka, Laras mengeluarkan senjata kecil yang selalu dia sembunyikan dibalik jaket yang dia kenakan.
Laras melempari musuh dengan pisau kecil di tangannya, Laras dan Novia yang menang dari dunia hitam sama dengan Ayu, mereka sangat paham! apalagi keluarga Laras dan Novia selama ini ada dibawa naungan keluarga Ayu.
Laras dan Novia sudah kenal dengan Ayu sejak lama! mereka hapal dengan semua kelemahan dan kelebihan Ayu, bahkan bobrok nya Ayu saja Laras dan Novia tau! kedua sahabat Ayu tidak akan meninggalkan Ayu disaat Ayu membutuhkan mereka berdua.
Seperti saat ini! bisa saja Laras dan Novia meninggalkan Ayu yang diserang 5 musuh sekaligus, tapi Laras dan Novia sangat setia dengan Ayu! mereka berdua membantu Ayu.
Novia kini menembaki musuh dengan senjata api yang selalu dia sembunyikan dibalik jaket ataupun seragam sekolah yang dia kenakan, Novia paling ekstrim di bandingkan Ayu dan Laras.
Dorr..
Dorr..
"Aish! mampus lah kalian semua" ucap Novia tanpa henti menembaki musuh yang kewalahan dengan serangan balik Novia.
Novia tidak hanya satu membawa senjata api melainkan dua senjata api! Novia tidak akan membiarkan musuh menindasnya dengan semena-mena.
Terkadang Ayu dan Laras sangat heran dengan Novia kemana-mana membawa senjata, meskipun begitu senjata Novia, sangat dibutuhkan dalam ke adaan mendesak seperti saat ini.
Dorr
Dorr. .
Phakk
Phakk..
Brum
Ayu dengan dua sahabatnya sangat kompak menyerang balik musuh yang hanya tinggal 4 musuh! 4 musuh yang terlihat sangat kuat dibandingkan 4 musuh lainnya yang sudah tumbang dengan berbagai luka ditubuh mereka.
"Kalian!! bertiga harus mati ditangan kami!" ucap salah satu musuh
Dor
"Bacot!!" ucap Novia dengan menembak musuh yang baru saja mengeluarkan suaranya, seketika musuh metong ditempat dengan kening berlobang, bagaimana Novia menyerang dengan gerakan tak terbaca, siapa saja mudah dia tumbangkan hanya sekali gerakan.
Laras terkejut dengan apa yang dilakukan Novia baru saja, Laras tidak menduga dengan serangan Novia yang sangat cepat. "Lo!" lirih Laras dengan ternganga menoleh ke arah Novia dengan musuh secara bergantian.
"Diem"
Dor
Phakk
Syett
Jlep..
Pertarungan sengit terjadi dijalan utama ke kediaman Mansion Rocky! Ayu dan dua sahabatnya bertarung mati-matian dengan anak buah keluarga Rara Yofik, pertarungan sengit yang akhirnya, dimenangkan Ayu dan dua sahabatnya, mereka bertiga berhasil menumbangkan 8 anak buah keluarga Yofix.