"Wahh!!!" pekik semua remaja yang ada di depan gedung mewah kampus internasional dimana Ayu dan dua sahabatnya kulia.
"Astaga!" masih banyak lagi yang mereka katakan saking tampannya pria yang mereka lihat, sangat menggoda meskipun tampak sedikit berbeda usia dengan mereka.
"Ya Tuhan!! tampan sekali ciptaan mu" pekik mahasiswi lain saat melihat pria tampan bersandar di pintu mobil mewah keluaran terbaru.
Dengan setelan kemeja putih, lengan digulung sampai siku, kacamata hitam bertengger di hidung mancung Al, semua mahasiswi berteriak mengangumi ketampanan, pria yang tengah menunggu mahasiswi bar-bar di sekolah.
Ayu dengan dua sahabatnya, menatap banyak mahasiswi yang berkerumun, Ayu dan dua sahabatnya merasa penasaran, apa yang mereka lihat. "Apa yang mereka tonton??" tanya Novia dengan menoleh ke arah dua sahabatnya.
"Ada yang gelut mungkin" sahut asal Ayu
"Lah!! tukang gelutnya ada di sini!" Laras menunjuk Ayu yang ada di samping kanannya.
"Sialan Lo" sahut Ayu dengan menepis tangan Laras
Hahahah..
Laras dan Novia tertawa ngakak, melihat ekspresi Ayu yang tampak kesal, Laras maupun Novia sangat suka mengganggu Ayu! membuat Ayu kesal dan marah seolah menjadi hobby keduanya.
"Diem kalian" kesal Ayu dengan melangkah ke arah kerumunan.
Ayu membelah kerumunan dengan kepo, dia ingin tau apa yang mereka lihat, sampai banyak mahasiswi dari berbagai jurusan. "Apa sih yang di lihat" kepo Ayu menerobos para ciwi-ciwi diikuti dua sahabatnya.
Ayu melotot saat yang mereka lihat kekasih tuanya, Ayu berkacak pinggang mendekati Al yang tampak biasa saja, dia tidak terpengaruh saat banyak ciwi-ciwi meneriaki dirinya.
"Uncle!!!" pekik Ayu dengan kesal
"Girl" panggil Al dengan suara hangat, membuat para kaum hawa semakin histeris.
Sedangkan Laras dan Novia, mereka menatap Al dengan tatapan bertanya-tanya, siapa yang menjemput Ayu, dua sahabat Ayu jelas kenal dan tau siapa uncle Ayu.
Hah..
"Siapa pria tampan itu??" tanya Laras dengan sangat kepo
"Mana aku tau!" sahut Novia dengan mengedikan kedua bahunya.
Mereka sangat jelas tau kalau yang ada didepan mereka bukan lah Rocky, Uncle tampan yang sangat mereka kagumi! mereka kini paham kenapa Ayu menolak jalan dengan mereka ke Mall. "Ah, pantas! sih kura-kura ninja nggak mau jalan sama kita" ucap Laras dengan malas.
"Iyah! ternyata ada yang jemput tampan juga" sahut Novia dengan lelah.
"Iyah tidak kalah tampan dari Uncle Rocky" sahut Laras dengan polosnya.
Laras yang kepo dengan dua sejoli yang kini tampak Al membujuk Ayu yang tengah merajuk, Ayu tampak kesal saat semua penduduk kampus melihat pria miliknya.
"Yu, siapa nih?? Lo, nggak mau ngenalin sama kita" ucap Novia dari arah belakang Ayu
Ayu menoleh ke arah dua sahabatnya yang berjalan ke arahnya dengan Al. "Lo, kenalan aja sendiri" sahut Ayu dengan malas.
"Girl, kamu jangan marah lagi dong!" bujuk Al layak nya membujuk anaknya.
"Siapa yang marah?? punya hak, apa aku marah" sahut Ayu dengan sinis.
"Astaga, cantik, bidadari ku" bujuk Al dengan mencoba memegang bahu Ayu namun sayang Ayu menghindari Al.
"Ehakkk!! bidadari dong!" goda Laras.
Ayu menoleh ke arah Laras saat dengan terang-terangan sahabatnya malah menggodanya, Ayu melototi Laras dengan kesal sedangkan Laras dia terkekeh melihat ekspresi Ayu. "Yah, deh! kami nggak ganggu! kami pulang dulu cinta" ucap Laras semakin menggoda Ayu.
Ckk..
Ayu mencibirkan bibirnya mendengar apa yang Ayu katakan! selalu saja dua sahabatnya malah menggoda dia habis-habisan, seolah menggoda dia sangat candu bagi Laras dan Novia
"Laknat!" maki Ayu
"b******k!" lanjut Ayu
"Tapi kamu tetap cinta kami dong" sahut Novia dengan melambaikan tangannya
Novia dan Laras meninggalkan sahabatnya, dengan meledek Ayu, keduanya melangkah ke parkiran dimana motor besar mereka berada.
Laras dan Novia tidak ingin mengganggu Ayu dengan pria dewasa yang masih berusaha membujuk Ayu didepan gedung kampus dengan disaksikan banyak kaum hawa yang merasa iri dengan Ayu yang bisa dekat dengan pria tampan seperti Al.
Para kaum hawa sangat suka melihat Al yang tampak sangat sayang, lembut dan perhatian dengan Ayu, ada sebagai dari mereka iri dengan Ayu, ada yang menatap sinis dan juga kesal dengan Ayu.
Iri dengan Ayu karena dikelilingi banyak pria tampan di kampus dan di luar kampus, sinis mereka cemburu, tidak suka dengan Ayu yang seolah paling cantik di kampus dan di luar kampus, Kesal karena Ayu syok-syokan marah dengan pria tampan yang membujuk nya.
Ayu sendiri tidak suka! pria nya dilihat, disentuh perempuan lain, apalagi tatapan kaum hawa kampus sangat buas, bohong jika diantara mereka semua, tidak perna berhubungan dengan kekasih mereka.
Apalagi Ayu perna memergoki salah satu mahasiswi seangkatan tengah bermesraan dengan salah satu dosen di kampus dan kakak kelasnya saat ini tengah menatap lapar kekasih tuanya.
Ayu semakin kesal dengan situasi saat ini, Ayu menyingkirkan Al dari depan pintu mobil miliknya, Ayu membuka pintu mobil Al dengan sangat kasar, Al hanya bisa parsa dan membuang napas kasar disaat mobil baru nya mendapat perlakukan kasar Ayu.
Entah kenapa Al tidak bisa marah dengan Ayu saat ini, mungkin Al sudah benar-benar suka dengan bocah ingusan yang sudah masuk ke dalam mobil miliknya.
Brakk..
Ayu menutup pintu Mobil milik Al dengan kencang, Al hanya bisa mengusap dadanya dengan pelan. "Hah! ini lah kalau suka dengan keturunan singa!" batin Al dengan mengingat saat Rocky tengah marah.
"Lo!! mau disitu aja atau pulang" pekik Ayu setelah dia membuka kaca mobil.
"Ah, pulang!" sahut Al dengan cepat.
Al segera berlari mengitari mobil miliknya, sebelum singa kecil yang sudah duduk manis didalam mobil miliknya berubah pikiran, Al membuka pintu mobilnya dengan perasaan tidak karuan untuk pertama kalinya dia duduk dan satu mobil dengan perempuan.
Al mendudukkan dirinya di kursi samping Ayu dengan pelan, dia segera menghidupkan mesin mobil miliknya. "Semoga dia aman sampai mansion" batin Al.
Al melajukan mobil nya meninggalkan depan gedung kampus dengan berbarengan para kaum hawa membubarkan diri masing-masing, setelah melihat malaikat tak bersayap.
Para kaum hawa penduduk kampus internasional, tidak tau saja kalau pria tidak bersayap yang mereka lihat sebenarnya malaikat pencabut nyawa tak bersayap.
Al pria dingin, sombong, angkuh, dan juga sangat kejam, tak berperasaan, mereka hanya melihat kelembutan yang Al tunjukan pada Ayu saja tidak saat Al bersama dengan para musuhnya.
Al dan Ayu dilanda keheningan saat perjalanan pulang ke Mansion Al! Al memang berencana membawa kekasih kecilnya ke Mansion miliknya untuk bersenang-senang.
Al rela membatalkan pertemuannya dengan klien demi bisa menjemput Ayu dari kampus, dia juga rela melepas miliaran demi hanya bisa bersama dengan Ayu.
Menurut Al dia tidak lah rugi dengan kehilangan uang miliaran tapi klien yang rugi jika Al membatalkan kontrak kerja sama dengan klien.
Al selama ini yang dicari banyak pebisnis, bukan Al yang mencari mereka, banyak yang ingin bergabung dengan perusahaan Al tapi sayang tidak semua bisa bergabung apalagi perusahaan kecil.
Al kini membelokan mobil mewahnya ke gerbang mewah mansion nya, Ayu tidak merasa kagum dengan interior gerbang dan halaman ke teras mansion semua di desain oleh Arsitek yang sama dengan mansion Rocky dan Ayu.
"Girl! kamu masih marah??" tanya Al dengan hati-hati
"Nggak!" sahut ketus Ayu
"Lagian siapa aku yang punya hak marah" lanjut Ayu mengulang perkataan yang sama saat seperti didepan kampus.
Al tanpa banyak bicara dia langsung saja menyerang Ayu dengan sangat ganas, Ayu menolak apa yang Al lakukan padanya! Ayu mendorong Al dengan kesal. "Uncle!!" pekik Ayu setelah Al melepaskan ciumannya.
"Kamu! masih berani bertanya siapa kamu??" kesal Al
"Kenapa nggak berani!" ketus Ayu tidak kalah dengan Al
"Kamu sangat berarti untuk ku! kamu orang yang paling aku sayang" ucap Al dengan memegang kedua bahu Ayu dengan lembut.
"Bohong!!" kesal Ayu tidak percaya dengan apa yang Al katakan
"Okay jangan salahkan aku, kalau kamu hamil anak ku" ancam Al
"Uncle mengancam ku??" tanya Ayu dengan jantung berdebar.
"Tidak! untuk apa mengancam! aku akan melakukan apapun yang aku katakan" ucap Al dengan serius
Ayu bisa melihat keseriusan dimata Al, tidak ada kebohongan diraut wajah Al padanya, dia merasa semua yang Al katakan tulus, apa adanya dari dalam hatinya.
"Kenapa kamu diam?? kita sudah bersama sayang! kamu jangan bertanya apa hak kamu" keluh Al dengan melepas tangannya dari bahu Ayu
Al menyandarkan punggungnya di sandaran kursi mobil dengan sangat frustasi, untuk pertama kalinya Al dibuat frustasi perempuan. "Sayang! apa kamu mau menikah dengan ku saat ini??" ucap Al dengan segala kefrustasian nya.
"Tidak!! aku mau melanjutkan kuliah ku sampai lulus" tegas Ayu
Al menoleh ke arah Ayu dengan senyum, Al tidak akan memaksa Ayu untuk berhubungan dengannya kalau Ayu tidak menginginkannya, Al akan menunggu Ayu sampai siap menikah dan mau berhubungan lagi dengannya.
"Aku! akan menunggu kamu siap menikah dan kembali berhubungan dengan ku" ucap Al dengan senyum, tidak ada raut menyesal.
"Ayo, kita turun dan makan siang" ajak Al
"Emm" Ayu menganggukkan kepala nya dengan pelan, Al mengusap pucuk kepala Ayu dengan pelan dan penuh kasih sayang.
Al turun dari dalam mobil, dia mengitari mobil dimana Ayu sudah turun dari dalam mobil. Al langsung menggendong Ayu ala bridal style setelah meninta tas ransel imut milik Ayu.
Al menggendong Ayu masuk ke dalam Mansion, Ayu menyembunyikan wajah cantiknya didada bidang kekasih tuanya, Ayu menghirup wangi Al yang kini menjadi favoritnya.