Mas Johan Digrebek Warga "Arak! Arak saja keliling kampung!" "Dasar m***m! Kurang ajar kalian, mengotori kampung ini! "Dasar perempuan murahan! Laki-laki gatel!" "Sudah punya istri masih selingkuh!" "Arak saja keliling kampung!" "Laporkan pada polisi saja!" "Hajar saja biar kapok!" Teriakan-teriakan itu, membuatku terbangun. Kulihat jam di handphone masihlah pukul dua malam, berarti aku baru tidur satu jam saja setelah menyelesaikan menulis dua bab novelku tadi. Suara-suara itu sepertinya amat dekat, dan dari banyak orang. Masak iya malam-malam begini ada orang yang teriak. Aku pun bergegas keluar dari kamar, meski takut. Betapa kagetnya aku, ternyata di ruang tamu banyak sekali orang, mayoritas bapak-bapak, dan aku sepertinya mengenal mereka, yah mereka adalah tetangga sekitar s

