"Alex bawa wanita ini ke dapur, dan beritahu apa yang harus dia kerjakan, biar di tahu dan paham apa yg dia lakukan." Perintah kenan.
"Baik tuan" jawab Alex.
Sesampainya di dapur, alex memperkenalkan naila kepada bi ida pengasuh kenan dari kecil.
"Bi ida ini naila pelayan baru tuan kenan. Tolong ajarin dia dan kasih tau apa sj yang perlu dia buat.Oh iya satu lagi bi,, kasih tau juga tentang semua peraturan di sini, dan ingat,,naila hanya jadi pelayan pribadi tuan kenan saja."Ujar Alex.
" Baik tuan, akan saya ajarkan dan kasih tau peraturan yang ada di sini."Jawab bi ida.
Setelah itu alex pergi meninggalkan dapur.
"Salam kenal mba naila, saya bi ida pengasuh tuan kenan kecil dan pelayan pribadi tuan kenan sebelumnya."Kata bi ida lembut dan mengulurkan tangan memperkenanlkan diri.
" Salam kenal juga bi,saya naila pelayan pribadi baru tuan kenan,mohon bimbingannya ya bi ida."Jawab naila menerima uluran tangan bi ida.
Bi ida menjelaskan semua peraturan di penthouse ini dan peralatan apa saja untuk membersihkan kamar tuan kenan, di mulai dengan makanan kesukaan kenan,dan jam kerja kenan juga. setelah selesai semua naila di perintahkan untuk membuat kopi,dan ini baru pertama kalinya naila membuat kopi untuk seseorang,, selama hidup deng orang tuanya dan hidup dengan paman dan bibi.Naila belum pernah di suruh untuk membuatkan kopi untuk mereka.Jadi naila sedikit deg2an walaupun takarannya sudah diberitahu bi ida.
Setelah selesai membuat kopi,naila membawanya ke ruang kerja kenan.
"Buat kopi aja lama banget"Kata kenan sinis.
"Ma-maaf tuan, tadi saya di jelaskan dulu tentang pekerjaan saya oleh bi ida."Jawab nisa setengah menunduk.
"Alesan sjh kamu"Kata kenan singkat.
Kenan meminum kopi buatan naila tanpa ekspresi, dan itu sukses membuat naila melihatnya sedikit deg2an dan takut.
"Gimana kopinya tuan?apa sesuai dengan selera tuan, soalnya saya buat sudah sesuai dengan takaran yang di ajarkan bi ida tuan"tanya naila was2.
"Hmm.. lumayan"Jawab kenan tanpa ekspresi.
"Kalo gitu saya buatkan lagi yang baru tuan." Ucap naila sontak mengngambil gelas.
"Siapa yang suruh ganti?"
"Kan tadi kata tuan lumayan, berarti gak enak kopinya." Ucap naila.
"Taruh kembali kopinya." tegas kenan.
Naila pun menaruh kopinya kembali, dan tanpa sengaja tangan naila licin, hingga menumpahkan kopi di atas dokumen penting kenan.
"M ma-maaf tu-tuan saya gak sengaja"Ucap naila sambil menunduk kepalanya karna takut.
"Siaaall!dasar gak becus. Kerja bru sejam aja udah buat masalah!"Kata kenan menahan amarah.
Alex di luar ruangan mendengar suara tuannya langsung bergegas masuk ke dalam ruangan.
"Bawa wanita sialan ini keluar"Perintah kenan dengan nada tinggi.
" Ayo kamu ikut aku keluar dulu"Ajak alex.
Naila yang sudah ketakutan menurut saja.Di luar ruangan naila merutuki kecerobohan dirinya sendiri.Naila takut hutangnya bertambah dan selamanya dia akan berkerja tanpa di gaji.Gimana nanti nasibnya, belum juga sebentar lagi dia akan di usir paksa oleh bibinya, mau tinggal dimana.
Setelah lama terdiam naila pun memberanikan diri berbicara.
"Saya harus gmana tuan?saya benar2 gak sengaja"Kata naila sedikit gugup.
"Kamu pergi kerjakan yang lain aja, biar ini saya yg tangani, dan pr buat kamu kedepannya harus berhati-hati."Ucap alex.
Naila pun kembali ke dapur di sana dia berdiri sambil termenung memikirkan kejadian di ruangan tadi.
" Aku harus gimana? apa aku keluar dan cari pekerjaan lain aja yaa,, tapi gmana dengan semua utang-utang ku."kata naila dalam hati.
Setelah kejadian kemarin dan mendapatkan peringatan dari kenan, naila kerja dengan sangat berhati-hati.walau sudah lelah dari sebelum berangkat karna Bibi,sepupu, dan pamannya sudah kembali dari desa. Naila harus bagun lebih awal dan memulai rutinitas seperti biasanya, beres2 rumah,masak,cuci baju dan meyetrika baju pun harus naila lakukan.Sehingga tidak ada waktu untuk istirahat karna,jam 07:00 tepat naila dudah harus berada di penthouse.Kerjanya memang berat, kerap kali dia di perlakukan semena-mena oleh kenan, menindas,dan menyiksanya dengan memberi tugas yang tidak masuk akal.
Naila pun kerja seperti biasa sebagai pelayan pribadi di penthouse kenan.Bersihin kamar kenan, nyapu, ngepel,dan masak.pukul 03:20 adalah jam pulang kerja kenan, jadi naila harus siapa2 menyambutnya.
"Siapkan air hangat, saya mau mandi sekarang." Perintah kenan sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang di ikuti naila dari belakang.
Setelah memastikan pekerjaan semuanya selesai,naila pamit pulang.Karna sudah sore, takut di marahin bibinya karna jam segini sdh waktu dia beres2 dan masak malam.
Keesokan paginya naila sudah siap2 berangkat kerja,naila setiap hari pulang, pergi menggunakan kendaraan umum.Hari ini berbeda dengan hari sebelumnya, naila di suruh kenan ikut ke kantor jadi pekerjaannya diganti pagi beres2 di penthouse setelah selesai lanjut di kantor sampai pulang.
"Hari ini kamu ikut saya ke kantor,, biar kamu ada kerjaan.Jangan cmn duduk manis di sini." Perintah kenan setelah selesai sarapan.
"Maksud tuan,, saya juga harus jadi pelayan di kantor?" Tanya naila tak percaya.
"Hmm.. saya kasih kamu waktu bersiap-siap 10 menit dari sekarang." Jawab kenan memeberi perintah.
"Baik tuan" ujar naila sambil berlari kecil mengambil tas selempang yang sudah terlihat usang.
Mereka berangkat bersama dengan menggunakan mobil kenan.Naila yang gak tau hrus gmana,jujur saja ingin rasanya dia naik kendaraan umum.Tapi mau gmana lagi naila harus ikut perintah kenan.
"Kenapa duduk di belakang?saya bukan sopir kamu."Kata kenan dengan tegas.
"Bu-bukan gitu tuan,,gak enak aja tuan.Saya cmn pelayan gak etis harus duduk di samping tuan."Kata naila mencoba untuk menjelaskan.
"Duduk di depan, ini perintah." kata kenan dengan raut wajah dingin.
"Ba-baik tuan" Jawab naila.
Butuh waktu 30 menit kini mobil kenan sudah berada di depan kantor.Kenan dan naila keluar dari mobil, kenan jalan yang di ikuti naila dari belakang masuk ke lobi menuju lift khusus para petinggi perusahan. itu sukses membuat karyawan yang berada di situ terkejut, dan ada yg sinis, dan juga iri kepada naila, karna dia wanita pertama yang kenan bawa ke kantor dan di perlakukan spesial padahal mereka tidak tau apa yang di alami naila.
Sampai di ruang kerja kenan memberi perintah kepada naila membuatkan kopi di pantri. Naila pun hendak keluar tapi,kenan memanggilnya kembali.
"Emang kamu udah tau jalan menuju ke pantri?" Tanya kenan.
"Belum tuan." Jawab naila.
"Alex bawa dia ke pantri dan kasih tau apa saja yg perlu dia kerjakan, dan ingat dia kerja di sini hanya untuk saya. Tidak boleh ada yg nyuruh dia tanpa persetujuan saya."Kata kenan dan memperjelas status naila, biar tidak ada yg sembarangan menyuruhnya.
"Baik tuan." Jawab alex sambil berlalu dan di ikuti oleh naila dari belakang.