BAB 3

984 Words
Di ruang kerja kenan di buat pusing dengan perjodohan yang di rencakan orang tuanya dengan anak rekan bisnis atau sahabat, tanpa persetujuan dirinya.Tak terasa malam semakin larut dan kenan melihat arloji ditangannya menunjukkan pukul 2 dini hari.Kenan mematikan laptopnya lalu keluar menuju kamarnya, kenan merebahkan badannya di atas kasur empuk.Saat sedang berusaha memejamkan mata sekilas muncul bayangan wajah gadis lugu dan polos yg di jumpai beberapa hari lalu,dan itu membuatnya kesal. "Ngapain gue harus kebayang wajah gadis culun itu coba,,kek gue mulai ga waras."Guman kenan berusaha menepis bayangan yang muncul memenuhi otaknya.Sudah beberapa kali memejamkan mata berharap bisa tidur dengan nyenyak, namun lagi2 bayangan wajah gadis itu muncul di dalam benaknya.Wajahnya yang manis, putih, bersih,pipinya yang cubyy dan, memiliki rambut hitam yang panjang.Padahal baru pertama kali bertemu itu pun tanpa sengaja, tapi gadis itu sudah menarik perhatian seorang Kalandra Kenan Abisatya. "Kenapa,, kebayang mulu sih sama gadis itu,kek gak ada yg lain aja."Ucap kenan sambil memukul-mukul kepalanya dan berharap bayangan gadis culun itu hilang. Atas rekomendasi vino naila di terima kerja sebagai pelayan di restoran,yang pemiliknya adalah sepupu vino sendiri.Awalnya naila menolak tawaran vino karna naila gaenakan orangnya, tapi terus di paksa chaca dan vino akhirnya naila mau. Di hari pertama kerja,naila sudah buat masalah dengan tidak sengaja, menumpahkan minuman ke jas seorang pemuda,,dan sialnya itu adalah kenan.kenan pun melayangkan tatapan intimidasinya ke naila. "Ma-maaf tuan saya gak sengaja."Kata naila sambil menunduk takut. " Siaaal..bisa kerja gak? kenapa,saya harus bertemu kamu lagi?kali ini, saya tidak bisa kasih toleransi lagi atas tindakan mu ini."Kata kenan dengan wajah datar. "Maaf tuan saya benar-benar tidak sengaja."Ucap naila takut. "Jas ku ini limited edition,, dan saya yakin dengan kamu bekerja seumur hidup pun tidak bisa menggantinya."Kata kenan dingin. "Dan saya mau kamu harus gnti rugi" lanjutnya. "Saya akan ganti rugi tuan,, saya janji,tapi bisakah dengan cara mencicil nya tuan?karena saya tidak punya banyak uang." Kata naila. "Pokoknya saya tidak mau tau, dan saya tidak mau dengan cara dicicil." Tegas kenan dengan nada penuh intimidasi. "Ta-tapi.... tuan" "Kamu harus jadi pembantu saya tanpa di bayar sampai hutang mu lunas."Kata kenan dengan tegas. "Tapi tuan saya... " "Tidak ada tapi-tapian,, saya tidak butuh penolakan dan tidak mau tau.Besok datang ke alamat ini jam 4 sore, ingat jam 4 sore." Kenan melemparkan Kartu nama tepat di wajah naila dan pergi meninggalkan naila dengan pikiran yg berkecamuk. Bagaimana mungkin bisa pergi di jam 4 sore sedangkan di jam segitu dia harus beres2 rumah dan masak makan malam di rumah bibinya.Naila pun ingin menangis atas ketidakadilan yg menimpanya,apalagi besok merupakan acara kelulusan sekolah dari pagi sampai siang,, yang mana energi dan tenaganya terkuras habis. Sampaianya di rumah naila sudah di sambut dengan pakaian kotor yang menumpuk belum juga masak dan di tambah lagi rumah yang berantakan,ini sudah jadi rutinitasnya sehari-hari.Mau mengeluh tapi tidak bisa naila hanya bersabar dan berbesar hati. Setelah melakukan semua tugasnya naila kembali kekamar dan bergegas mandi.selesai mandi naila mulai berpikir untuk mengatur waktu buat rutinitasnya besok. Paginya pukul 03:15 naila sudah bangun dan bergegas membersihkan rumah bibinya.Jam 06:25 naila sudah ber siap2 berangkat ke sekolah denagn menaiki angkot,karna sebentar lagi acara kelulusan akan segera dimulai.setelah selesai acara naila langsung pulang,tidak kemana-mana dan tidak ikut untuk merayakan hari kelulusannya, yang dirayakan teman seangkatannya di rooftop sekolah.Sesampainya di rumah, rumah serasa sepi, karna bibi, paman dan sepupunya lagi ke kota B tempat tinggal orang tua bi sukma.Jadi naila bisa istirahat lebih dulu,sebelum pergi ke alamat yang di kasih oleh pemuda sombong kemarin. Jam 03:20 naila berangkat dengan angkot menuju ke alamat yang di kasih kenan kemarin,pukul 03:55 naila sudah berada didepan sebuah gedung pencakar langit.Naila sampai di sebuah hotel yang besar dan mewah,Naila jadi takut karna jujur baru pertama kalinya dia ke hotel, dlam hati naila bertanya-tanya kenapa harus ke hotel.Saat naila lagi bengong dia di kagetkan dengan suara klakson. Sebuah mobil Lamborghini hitam melewatinya menuju ke basement hotel, naila sedikit familiar deng mobil itu, dan naila mengira-ngira apa mungkin itu kenan. Dan benar saja, seorang pria tinggi, tampan dan berkarisma keluar dri mobil itu.Naila sempat terpana dengan ketampanan kenan tapi, naila buru2 sdar diri dan mulai deg2an.Naila mencoba menetralkan hatinya dan mengikuti kenan sesuai perintahnya.Naila berjalan mengikuti kenan dengan rasa takjub atas semua yang dia lihat di dalam hotel itu.Para pelayan hotel yang berpapasan dengan kenan langsung menundukan kepalanya sebagai tanda hormat kepada sang pemilik hotel.Para pelayan hotel memang sudah tau betapa kejamnya pria itu, jadi tidak ada yg berani mendekati dan menggodanya, karna sudah pernah kejadian dimana seorang pelayan sudah jadi korban.Karna berani berpakaian seksi dan berniat menggodanya. Naila terus mengikuti kenan berjalan menuju lift khusus,dan itu membuat banyak pelayan menatap iri dan juga sinis kepadanya, karna dengan pakaian lusuh naila bisa naik lift khusus dan bersama pemilik hotel.Sepanjang perjalanan naila di buat kagum dengan interior yang ada dlam hotel itu,sampai dia tidak sadar kalo mereka berada di sebuah penthous mewah.Sesampainya di ruang kerjanya kenan duduk di kursi kebesarannya, lalu mengambil sebuah map dan melemparnya ke meja. "Ini surat perjanjian.Kamu baca, pahami dan terakhir tanda tangan"Kata kenan tegas. Naila pun mengambil map itu dan membukanya. " Mulai sekarang kamu kerja disini sebagai pelayan sya, dan ingat kamu kerja tanpa saya gaji."Ucap kenan datar. "Selama kamu kerja, kamu ga boleh seenaknya menyentuh barang2 yang ada di dalam penthouse ini. Ingat itu."Lanjut kenan. Naila hanya mengngangguk dan mulai membaca satu per satu surat perjanjian itu.Setelah membaca semuanya,naila pun menyetujuinya, menurutnya tidak ada point yang memeberatkannya.Alex yang sejak tadi diam dan bingung dengan kelakuan tuannya.Bagaiman tidak, sejak ditinggal pergi mantan tuannya.Alex tidak pernah melihat tuannya membawa seorang wanita ke penthouse, kecuali adiknya,, bahkan mama dan mantannya dulu tidak pernah di bawa ke penthouse ini.Ini adalah hal yang langkah dan momen yg sudah di tunggu2 sejak lama oleh alex.Dan alex sendiri berharap dengan adanya kehadiran naila disini, pelan2 bisa mengubah hidup tuannya,karna alex sendiri juga kasian dengan kisah hidup tuannya.Meskipun kata orang2 tuannya ini sombong dingin dan kejam tapi bagi alex adalah sebaliknya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD