BAB 2

1166 Words
Di kamar naila baru bangun tidur sakin lelahnya ia ketiduran hingga sore hari. Ia pun bergegas mandi dan gak lupa pula untuk sholat ashar,ia hendak ke dapur mau minum, sesampainya di dapur ia samar2 dengar dan menguping percakapan paman dan bibinya di ruang keluarga. "Kapan sih ponakan kamu keluar dari rumah ini? "Tanya bi sukma. " Sabar ma,, beberapa bulan lagi kan kita udah diskusi dulu,aku bisa ngelepsinnya pas dia lulus SMA."Ucap paman dimas. "Tapi,,aku dah muak dan gak sudi lagi, liat wajahnya di rumah ini setiap hari." Ucap bi sukma dengan raut wajah kesal. "Kenapa,,mama ga coba aja buat buka hati untuk menerimanya di rumah ini,kan bisa tu bantu2 kita ma"Tanya paman dimas. "Kalo aku gak bisa ya gak bisa mas, " "Pokoknya setelah dia lulus harus keluar dari rumah ini titik." Ucap bi sukma dengan nada ngancam. Dimas hanya diam mendengar ancaman istrinya yang keras kepala dan susah untuk di atur. Sementara naila gak jadi minum dan kembali ke kamar sambil nangis setelah mendengar perdebatan bibi dan pamannya.Naila sudah bertekad mulai besok ia akan mencari pekerjaan part time buat di tabung, untuk pegangan nanti karna beberapa bulan lagi,,ia udah lulus SMA dan pastinya selesai SMA ia akan di usir dari rumah oleh bibinya.Naila pun kembali tidur agar bisa bangun lebih awal dan bisa beberes rumah dan nantinya berangkat ke sekolah lebih awal. Keesokannya sepulang sekolah naila mulai nyari pekerjaan di berbagai tempat tapi, belum juga nemu pekerjaan yang cocok untuknya. "Aduhhhh,, ternyata susah juga nyari kerja yang part time gini." Ucap naila yang sudah bercucuran keringat. Naila jalan kaki menyusuri jalanan yang masi rame dengan banyaknya kendaraan yang lalu lalang.Dalam keadaan seperti ini ia teringat akan kedua orang tuanya. seandainya orang tua masi ada pasti hidupnya ga sesusah ini.Ia kerap kali bersabar dan bertahan menjalani kerasnya hidup di rumah bibinya dan juga hinaan dan cemoohan dari teman sekolahnya.Kadang kala kekerasan fisik yang ia dapatkan dari sepupu dan teman skolahnya.Naila hanya bisa bersabar dan berusaha karna yakin suatu saat nanti badai pasti akan berlalu dan menemukan kebahagiaan. Kalandra Kenan Abisatya umur 27 tahun tampan dan pebisnis muda yang sukses, mempunyai banyak perusahan di berbagai negara salah satunya di Indonesia, karna merupakan perusahaan utama.Namun Kenan mempunyai sifat dingin dan tegas dan,memeiliki insting yang tajam.Kenan juga tidak segan2 menghancurkan siapa pun yang mengusik kehidupannya dan berani melawan orang tuanya sendiri. Di kantor Kenan di sambut oleh alex asisten sekaligus sekertarisnya yang setia.Alex orang yang setia menemani Kenan dari awal sejak berdirinya perusahan.ia sangat dekat dengan kenan dan selalu membantu kenan bahkan dalam kondisi terpuruk pun,alex tau semua tentang tuanya sampai masalah pribadi dan keluarga tak luput dari pengetahuan alex.Mereka selalu lengket yang tidak bisa di pisah. Walaupun kenan sudah menganggapnya sodara Alex selalu setia dan menghormati nya sebagai tuan. "Selamat pagi tuan" Sapa Alex. "Hmm"Balas kenan dengan wajah datarnya. "Tuan hari ini setelah makan siang ada meeting dengan klien dari perusahan x"Kata Alex mengingatkan. "Baik,, nanti kamu siapkan berkas2nya" Kata kenan dengan nada dingin. "Baik tuan"Ucap Alex sambil keluar dari ruangan tuanya. Siang hari,,setelah selesai meeting dengan perusahaan x kini kenan sudah berada di ruangannya.Dia duduk di sofa lalu memerintah seorang OB untuk membuatkannya Secangkir kopi.Kenan kemudian membuka laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Sorenya kenan pulang dari kantor dia sudah di suguhkan pemandangan di ruang tamu,yang dimana itu membuatnya malas pulang di kediaman orang tuanya,dia di sambut oleh mama dan teman mamanya dan juga teman masa kecilnya, tanpa menyapa kenan berjalan dengan santai menaiki tangga menuju kamarnya tanpa menghiraukan panggilan mamanya.Kenan meletakan tas kerjanya di sofa dan hendak ke kamar mandi saat mamanya mengetuk pintu dan tanpa permisi langsung masuk kedalam kamarnya. "Kenan, kamu kenapa sih selalu bersikap seperti itu, kalau mama kenalin ke anak teman mama? lagian Sandra juga teman masa kecil kamu kenan."kata jihan mamanya kenan. "Udalah ma,, stop Jodohin key, key udah gede ma kalo key mau pasti key yang nyari sendiri."Kata kenan. " Tapi key, mau sampe kapan? umur kamu udah mau kepala 3 loh, lagian mama sama papa juga udah tua pengen ngerasain gendong cucu key"Kata Mama jihan. "Tapi ga harus di jodohin kek gini dong ma,,nanti kalo key udah nemu yang cocok key pasti nikah ko ma, jadi mama tenang aja."Kenan pun berlalu ke kamar mandi meninggalkan mamanya. "Key mama belum selesai ngomong, dasar anak ini diajak ngomong malah ditinggal mandi."Kata mama jihan geram melihat sikap kenan yang seperti itu kalo menyangkut perjodohan.Jihan akhirnya pergi meninggalkan kamar anaknya dan kembali ke ruang tamu. "Maaf ya jeng, kenan memang rada cuek seperti itu, semenjak ditinggal pergi mantannya!"Kata Jihan. "Iya gpp jeng,, namanya juga anak muda, mungkin masi butuh waktu jeng." Kata Ratih teman mama Jihan. "Oh iya,, Sandra sekarang lagi kerja di mana?"Tanya mama jihan. " Baru lulus kuliah bulan lalu di Inggris tante, dan Sandra belum nemu pekerjaan yang pas aja tante"Kata sandra. "Gak nyangka yaa,, udah cantik, pinter lulusan luar negeri lagii"Kata mama jihan dengan bangga. "Ahh.. jadi pengen dehh, kamu jadi menantu tante" lanjutnya. "Tante bisa aja, aku seneng dehh jadi menantu tante"Kata Sandra menunduk maluu. "Nanti tante bilangin kenan ya, biar kamu kerja di perusahaan kenan aja,biar kamu lebih dekat dengan kenan."Saran mama jihan. "Apa nak kenan mau, misalnya Sandra ikut kerja di perusahaannya?"Potong Ratih mamanya Sandra. "Nanti tante bujuk kenan yaa, kamu tenang aja san" Ucap mama jihan meyakinkan. "Kita mah ngikut jeng jihan aja, oh iya jeng aku sama Sandra pamit dulu yaa udah sore juga." Kata ratih. "Sampe lupa kalo udah sore yaudah hati2 dijln yaa,ohh iyaa,, Sandra nanti kamu sering2 kesini yaa biar kita bisa belanja di mall bareng."Kata mama jihan. "Pasti tante,, Sandra bakalan sering main kesini tan."Ucap Sandra sembari tersenyum bahagia. Setelah kepergian sahabat dan anakny mama jihan langsung ke ruang kerja anaknya dan mengutarakan niatnya untuk mamasukkan Sandra di perusahaan anaknya. " key kamu lagi sibuk ga?"Tanya mama jihan. "Gak ma kenapa" Tanya balik kenan. "Mama mau bicara sebentar boleh?" Tanya mama jihan lagi. "Ngomong aja mah" Ucap key tanpa mengalihkan pandangan dan tetap fokus ke melihat laptop. "Kamu tadi liat tante Ratih dan Sandra kan? teman masa kecil mu itu!" Kata mama jihan. "Iya mah,,langsung aja ngomongnya ga udah ber belit2" Kata kenan yang udah tau arah pembicaraan,karna tadi dia sempat dengar obrolan mamanya di ruang tamu. "Jadi gini key,mama mau kamu masukin Sandra kerja di perusahaan kamu, dan klo boleh,,kamu kasi posisi yang kalian bisa sering ketemu biar kalian lebih dekat lagi."Jelas mama jihan. " Key ga bisa mah"jawabnya singkat. "Kenapa gitu?yg punya perusahaan kan kamu, jadi bisa aja dong buat masukin Sandra, dia lulusan luar negeri lohh key."Kata mama jihan yang tidak terima dan secara langsung membanggakan Sandra. "Kalo key bilang ga bisa ya ga bisa mah,, sekalipun itu perusahaan milik key, tapi harus melalui prosedur yang di buat perusahaan siapa pun itu tanpa terkecuali."jawab key dengan suara datar dan dingin. Mama jihan pun mengalah dan keluar dengan raut wajah kecewa.Mama jihan pergi ke kamar nya dan menelpon sahabatnya itu untuk mengutarakan penolakkan anaknya meskipun dengan hati tidak enak karena Ratih adalah sahabat dan teman dekatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD