Prolog
Andreas memandang sebuah foto pagi ini dengan perasaan campur aduk. seorang anak kecil berambut dikepang 2 yang tersenyum manis.
"Hai,nama aku Emma kamu siapa?"kata Gadis kecil itu menjulutkan tangannya.
"Aku...aku Anderas tersesat disini bisakah kamu membantuku keluar dari sini?"kata Andreas memohon.
"Baik,taoi hati-hati banyak pemburu hewan. sehingga banyak jebakan besar disini."kata Emma kembali kepada Andreas.
"Baiklah, jalannya bisa kamu tunjukkan aku tidak familiar dengan jalan di sini."kata Andreas kecil lagi.
" Baiklah, pegang tanganku yah."kata Emma lagi dengan tersenyum.
"Jangan lepaskan aku,"kata Andreas dengan nada memerintahnya.
"Tidak akan,tenang sajah."kata Emma kembali menoleh dan tersenyum kepada Andreas.
Andreas terus mengikuti langkah kaki Emma dan menyusuri pepohonan dan bebatuan, tibanya disungai dia menangkupkan tangannya ke air sungai hendak meminumnya. Andreas mengikuti cara Emma meminum air itu. Benar-benar segar kata bagin Andreas.
Emma kemudian menarik tangan Andreas tanda dia sudah selesai melepaskan dahaganya. Keduanya nampak bahagia saat itu.
Andreas terperenjat ketika Lauren istrinya yang baru sajah dia nikahi karena sebuah insiden itu mengetuk pintu.
"Sudah aku bilang, jangan masuk sebelum aku suruh kamu masuk."kata Andreas marah.
"Tapi Aku sudah memanggilmu beberapa kali dan aku khawatir dengan keadaanmu. Aku kira kamu pingsan."kata Lauren dengan nada polos.
"B*d*h,aku paling benci wajahmu itu terlebih lagi karena kejadian konyol aku hatus menikahimu."kata Andreas kesal.
"Sebenarnya juga tidak terlalu senang dengan pernikahan ini. Terlaku cepat,apalagi aku hanya salah masuk kamar. Bahkan kita tidak melakukan hubungan itu."kata Lauren dengan nada kesal.
"Tadi waktu dihadapan Ibu dan ayah kamh malah diam seribu bahasa. Sekarang malah kamu yang kesal. Bagaimana nasib Tunanganku jika tahu aku menikah denganmu."kata Andreas kesal.
"Tapi kitakan hanya menikah sementara dan jangan harap aku mau tidur 1 ranjang denganmu."kata Lauren dengan nada mendecih kesal.
"Sekarang kamu keluar dari kamarku dan tidur ditempat lain,disebelah ada kamar juga lagipula ini hanya apartemen."kata Andreas sok berkuasa.
"Baik, satu lagi masing-masing menjaga privasi."kata Lauren kesal.
Sepeninggal Lauren dari kamarnya Andreas merapihkan beberapa buku dan kertas serta dokumen yang memang akan dibawa kekantor esok hari.
*******
Lauren seorang wanita cantik dan modis bodynya bagus dan bibirnya juga cantik. Naasnya Lauren terjebak dalam pernikahan yang konyol. Dia memang sebenarnya menyukai Andreas dia tidak ingin mengakuinya. Namun sebenarnya dia merasa kesal karena ulah temannya sendiri dia berakhir menikah dengan menahan malu.
Lauren mempunyai teman bernama Klara dia baik. Namun ternyata itu hanya topeng hampir sajah dia terjebak dengan laki-laki sewaan Klara. Untungnya ternyata dia salah masuk kamar yang itupun dia tidak menyangka,bahwa dikamar itu ada Andreas orang dia sukai dari SMA.
Lauren tidak dapat ditemukan oleh keluarga kemudian dicari oleh pamannya berakhir di adili disana.
"Apa kamu lakukan,Lauren?"kata Paman Nelson kepada Lauren.
"Hah?apa aku dimana ini?"kata Lauren kebingungan.
"Eehh,kamu siapa masuk kekamarku tanpa izin?"gurau laki-laki disebelahnya yang itu adalah Andreas.
"Apa? Hah kamu apakan aku,mengapa aku berakhir disini. Pasti.kamu sudah mencuri itu."kata Lauren berbalik menuduh.
"Lauren Margaretha,sekarang pakai bajumu dan Kamu siapa namamu?"kata Paman Nelson dengan nada marah.
"Aku...aku... Andreas Starling."kata Nadreas tebata-bata.
"Kamu ikut saya dan Lauren dan kalian akan segera saya nikahkan."kata Paman Nelson dengan nada serius.
"Paman-paman ini salah paham aku kesini dengan Klara. Mana mungkin aku bisa seliar itu dan tidur dengan sembarang laki-laki."kata Lauren dengan nada membatah.
"Tidak, tidur dengan sembarang laki-laki apanya?Disebelahmu bukan laki-lakikah?"kata Paman Nelson bertambah naik darah.
Lauren dan Andreas saling melirik sepersekian detik. Lauren langsung berlari ke Toilet meninggalkan Andreas dengan pakiannya masih terlepas semua. Itu dilihat oleh Paman Lauren, Paman Nelson. Paman Nelson langsung medelik dan memberikan tanda peringatan agar dia cepat-cepat memakai pakaiannya dan ikut bersama.
Andreaspun mengikuti langkah kaki Paman Nelson dan Lauren dari Kamar hotel Jingga itu. Menaiki mobil dari Paman Nelson,Lauren dan Andreas langsung menuju kediaman rumah Lauren tampak sangat megah dan juga bernuasa american classic. Andreas menatap takjub ternyata wanita yang bersamanya semalam itu bukan wanita dari kalangan biasa seperti yang dia pikirkan. Mereka disambut tatapan dingin dari Margaretha dan Lukman sang orang tua dari Lauren menatap penuh amarah dan siap untuk menyerang Andreas sekarang juga.
"apa yang kamu lakukan kepada anak saya?" kata Lukman dengan nada tinggi.
"Saya tidak tahu apa-apa dia masuk kedalam Hotel yang saya tempati, saya sedang beristirahat sejenak."kata Andreas berkilah.
"Yang benar sajah, kalian anak muda pasti melakukan hal yang tidak senonoh?"kata Paman Nelson dengan nada kesal.
"Tadi paman hanya melihat sekilas, kami tidak melakukan hal apapun. lagipula aku sangat mabuk dan aku yang salah karena salah masuk kamar karena Klara." kata lauren membela diri yang malah terdengar seolah seperti karangan.
"Kebiasan kamu selalu memanjakkannya,Margareth", kata Nelson dengan nada marah.
"Memanjakkannya ? aku mendidiknya menjadi wanita terhormat. Nahkan menyekolahkannya di sekolah Kepribadian yang terkenal. Kamu jangan asal meneduh sembaranga."kata Margareth dengan nada marah.
"Sudah begini sajah, lebih baik kita nikahkan sajah mereka berdua. Kamu bawa orang tuamu kepada kami. atau kami akan megepung kerumahmu."kata Lukman dengan nada tegasnya.
"Tapi Orang tua saya sedang berada diluar negeri. Bulan depan baru kembali dan saya harus kembali keperusahan saya."kata Andreas dengan nada setengah kesal.
Setelah membahas semuanya bersama orang tua Lauren serta pamannya Nelson. Andreas berpamitan dan menyuruh Andri menjemputnya.
"Apa nama perusahaanmu? kami mempunyai banyak koneksi di sini."tegas Paman Nelson dengan nada penasaran.
"PT.Cipta Abadi Nan-Jaya, Aku pemilik perusahaan tersebut."kata Andreas dengan bangga.
"PT CANJ, pantas sajah sepertinya aku pernah melihatmu. Aku sangat kesal dengan semua yang terjadi saat ini."kata Lauren dengan nada setengah mengejeknya.
"Kenal dengan Roy?"kata Lukman lagi dengan nada menyelidik.
"Roy Saputra itu ayah saya,pak. Dia sedang ada urusan diluar negeri."kata Andreas dengan nada bingung.
" Dia adalah teman baik saya dari jaman saya merintis perusahan saya. Asal menyebut nama Lukman Tirta dia pasti tau."kata Lukman dengan nada datar.
"Astaga,begini sajah. Saya pasti akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Lauren."kata Andreas pasrah.
"Yahsudah, kami akan bertemu dengan keluargamu bulan depan membahas pernikahan kalian. Dan kami berharap kamu menepati janjimu."kata Paman Nelson dengan nada datar setelah marahnya mereda.
*******
Andreas merasa sedikit kesal karena dia harus menikahi Lauren. Orang yang bahkan baru ia kenal.
"Pak,apa kamu baik-baik sajah?"kata Andri seketarianya.
"Kelihatan yah?"kata Andreas menatap kedepan.
"Tercetak jelas diwajah bapak. Lagipula Mengapa anda menikah dengan wanita lain bagaimana dengan Emma?"kata Andri dengan nada bingung.
"Panjang ceritanya. Sulit dijelaskan dengan kata-kata."kata Andreas setengah malu.
"Begini,pak. Maaf kalau saya lancang lebih baik jelaskan mengenai pernikahan anda dan nona tadi. Biar tidak ada salahpaham. Anda tahu sendiri sifat nona Emma bagaimana?"kata Andri kepada bosnya.
"Hem, aku setuju walaupun harus menerima pukulan yang pahit. Bahkan jika aku diminta berlutut olehnya."kata Andreas dengan nada kesal.
"Bagaimana kalau saya mengatur tempat pertemuan,anda dan nona Emma di Restuarunt Mekar?"kata Andri menyarankan.
"Itu lebih baik."kata Andreas setuju. Setelah sampai di Kantor Andreas langsung kembali keruangan kerjanya sampai siang. Setelah mengirim pesan kepada sang pujaan hati Emma.
Andreas menelepon orang tuanya. Awalnya mereka kesal. Namun akhirnya menerima.
"Halo,nak?"kata Roy kepada anaknya.
"Halo,juga. Bagaimana perjalanan kalian?"kata Andreas dengan nada semangat.
"Perjalanan kami sangat baik,bagaimana keadaan perusahaan?"kata Roy lagi dengan nada tenang.
"Perusahaan baik,tapi aku terjebak dalam satu masalah besar. Bisakah kalian pulang lebih awal?"kata Andreas meminta.
"Bisa,kebetulan mama kamu juga sudah kangen sama kamu. Masalah apa?"kata Roy khawatir.
"Bisakah,papa merahasikannya dulu? Begini aku diminta Om Lukman Tirta menjadi menantunya karena terjebak dengan Lauren anaknya dikamar Hotel Jingga."kata Andreas dengan nada gemetar.
"Lukman,astaga bagaimana bisa?bukankah kamu akan menikah dengan Emma?Haduh,nak. Kamu bisa seperti ini papa merasa gagal menjadi orang tua."kata Roy dengan nada kesal.
"Makanya tolong rahasialan dari mama dia bisa terkena stop jantung."kata Andreas memelas.
"Yahsudah, minggu depan papa akan pulang dengan mama. Kita akan melamar Lauren."kata Roy sedikit kesal kepada anaknya.
"Baik, papa boleh memukulku juga saat kamu pulang."kata Andreas pasrah.
"Tentunya, sehat-sehat dan jangan lupa.makan siang."kata Roy dengan nada tegas dan setengah marah.
"Kalian baik-baik sajah, dan maaf sekali lagi pa."kata Andreas pasrah.
"Untung, mama kamu sedang pergi kalau mendengar ini.Bisa syok dia. Jadi kamu tidak usah khawatir. Bye."kata Roy dengan nada sedikit kesal.
"Iyah,papa.Bye juga"kata Andreas menurut.
Setelah telepon berakhir dia melanjutkan beberapa pekerjaannya.Ketika sore tiba Andreas bersiap ke Restaurant Mekar. Dia memakai Jas setengah digulung berwarna cokelat dan jam tangan Rolex kesayangannya. Menuju ke mobil Porschenya sembari menelepon kekasihnya.
"Emma,kamu sudah sampai,sayang?"kata Andreas dengan nada lembut.
"Sedikit lagi,terjebak kemacetan seperti biasa."kata Emma lagi.
"Baik,aku juga sebentar lagi sampai,sayang."kata Andreas dan menutup teleponnya.
Sesampainya disana, Andreas dipandu.keruangan VVIP dan disambut khusus serta dipandu keruangannya. Andreas duduk dan memesan makanan terlebih dahulu.
"Sayang,maaf terlambat jalanan macet."kata Emma dan langsung memeluk Andreas.
"Kebiasan Jakarta,tadi mestinya kamu mau aku jemput sajah. Tapi kamu menolak dengan alasan membuatku kesal."kata Andreas mulai mngerucutkan bibirnya.
"Iyah,aku sangat sibuk nanti kamu menunggunya kelamaan.Memang apa yang ingin kamu aampaikan kepadaku?"kata Emma dengan nada bingung
"Emma,memohon maaf sebesar-besarnya. Namun,namoaknya pernikahan kita harus diundur."kata Andreas lagi.
"Yang benar sajah, apa kamu.sakit? orang tuamu sakit?"kata Emma dengan nada bingung.
"Bukan begitu sayang."kata Andreas memelas.
Tiba-tiba pesanan Andreas datang dan mereka berdua makan dalam keadaan hening. Andreas tenggelam dalam pikirannya sendiri begitu juga dengan Emma yang masih kelihatan kesal.