Sesampainya dirumah aku langsung mandi dan bersiap-siap pakai pakaian dinas.
Gak berapa lama ada suara mobil terparkir depan rumah, ku langsung turun dan masuk kedalam.
" Sory lama ya dok? Ucapku."
"Belum lama kok, santai gapapa ucap dr.Riky."
Mobil melaju, ku pandangi semua jalan begitu ramai karena jam padat pulang kerja dan ada yang bekerja. Kami memotong jalan, agar tidak kenak macat dari jalan utama, alasa suka naik motor dari pada mobil.
Sesampainya di rumah sakit aku melirik kanan kiri, sampai di pojok dekat pohon mereka benar-benar menunggu aku datang kerja. Sayangnya aku naik mobil jadi mereka tidak akan tahu aku sedang bekerja siang hari.
Mobil terparkir di bagian khusus pegawai RS. Aku keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih sudah beri tumpangan berangkat kerja.
Aku langsung isi absen dan masuk ruangan dan Operan dengan dinas pagi, tersisa pasien yang masih observasi, kalau tidak partus maju harus Sc Cito(operasi segera). Aku letakan tas dan bekal di ruang pegawai. Ku langsung ke layar monitor komputer untuk mengirim data dan mengisi data pasien. Gak berapa lama dr.Riky visit ke ruangan kami.
"Han, giman kondisi pasien ucapnya".
"Kondisi stabil, Djj bayi normal, pembukaan masih 4 dok ucapku."
" Tolong handscoon ucapnya."
Temanku langsung memberikan handscoon dan alat yang di butuhkan ke dr.Riky.
" Konsul ma dokter anastesi dan lainnya , SC Cito ,air ketuban sudah merembes sepertinya ucapnya."
Aku langsung telpon dokter anastesi yang bertugas,melapor juga ke ruangan operasi buat siapakan ruangan operasi.
Sebagian ada yang memberi tahu ke keluarga pasien, dan ambil obat ke apotik buat pasien tersebut untuk di bawah saat masuk ruang operasi.
" Han, nanti antar berkas ini ke ruang perawatan , suruh mereka secepatnya perintah dr Riky."
"Ok dok ucapku, sambil membantu yang lain menyiapkan pasien."
Orang lab juga datang untuk mengambil darah pasien sekira pukul setengah 4 sore pasien telah di bawah ke ruang operasi.
Kami bersih-bersih ruangan kembali,kini kembali sepi, tidak ada jadwal juga tindakan.
Pukul 6 sore masuk 2 pasien mau lahiran yang satu tinggal pembukaan lengkap operan dari ruang poli kebidanan dan yang satu rujukan dari pasien.
Aku membantu persalinan bersama temanku dan yang lain anamnese dan memeriksa pasien satunya.
Selesai melakukan persalinan di jam 8 kami sedikit tenang, yang satu lagi tinggal tunggu visitan dokter kembali.
Masuk dr.mely untuk visit pasien tersebut, karena pasien tersebut pasiennya.
Putusan sama bakal operasi karena pasien mengalami pre-eklampsia dan tiba-tiba kejang.
Setelah pasien kembali stabil pengambilan darah dan pemeriksaan lainnya di lakukan.
Dinas maslam sudah Dateng ikut membantu menyiapkan pasien.
Operan selesai kamipun pulang, perut keroncongan belum sempat makan nasi, paling sempat makan roti tadi. Mulai sepi rumah sakit, jam besuk juga sudah tutup. Jemputan telah tiba, Bg Angga langsung melajukan kendaaran kerumah. Sampai dirumah aku langsung mandi dan turun ke bawah untuk makan malam, aku Uda pesan ke Bg Angga beli sate dulu sebelum jemput aku.
Rumah sudah sepi ,sepetinya sudah pada tidur semua. Selesai makan aku langsung naik ke atas, Bg Angga masih duduk di balkon sambil merokok.
Hari yang melelahkan, saatnya tidur dengan nyenyak.
***
"Besok karokean yuk, aku mesti balik bertugas besok, terlebih mau sekolah lagi aku ucap Rian."
"Ada Lc gak ucap Irwan."
"Otak sengklek gini, itu Mulu , lu mau yang lain di gablik biniknya kalau tau ucap Rian sambil menepuk paha Irwan."
"Bg Riko gimana ucap Irwan."
" Ya ,sudah nanti izin ma istri, jenuh juga dirumah n cafe ucap Riko."
"Ajak yang lain biar seru ucap Rian "
"Bakal rindu kalian, 3 bulan sekolahnya ucapnya."
"Cuma 3 bulan dulu kita di tinggal loh pendidikan,satgas 1 tahun aja ucap Irwan yang malu-malu juga rindu kebersamaan ini."
" Kami gak takut, yang takutkan loh nikah gak boleh nongkrong ma kita-kita ucap Riko."
Cerita mereka benar, pacaran ma Dita sama sekali jarang nongkrong semua waktu habis di Dita terkadang curi-curi waktu buat nongkrong ma mereka, untung di jauhkan ma wanita yang sok posesif padahal menyembunyikan keburukannya.
***
Aku bangun pukul 9 pagi sangking lelahnya, nanti masuk dinas malam, besok Uda masuk libur aku dua hari. Sore nanti mau jalan-jalan dengan besti-besti aku, aku Uda izin dari kemarin tapi selalu gagal. Ku mandi dan turun ke bawah untuk sarapan, Kak Indah dan bocil Uda balik kerumahnya semalam kata Bg Angga.
Bi Imah uda selesai cuti libur juga jadi ada yang bantuin berberes dirumah.
Selesai sarapan aku mulai keliling kompleks mencari angin, mana tau juga jumpa penjualan cilok, bakso bakar,rujak atau apa gitu.
Lagi bosen langsung ke bengkel saja, disana tidak terlalu ramai seperti semalam. Mereka paham kalau aku lagi gabut dirumah, aku langsung masuk ke dalam toko, selain kebutuhan motor dan mobil juga ada jajanan beserta Ice cream dan minuman dingin biar gak bosen menunggu di bengkel.
Beberapa pembeli berdatangan, beli oli, baut , segala macam perbengkelan kalau tidak tau Bg Devan atau Angga yang menjualin.
Duduk di kursi kasir sambil berputar sana sini, gantiin mereka istirahat buat makan siang.
"Dek mau makan apa seklian pesan?, Kak Indah gak masak Ucap Bg Devan."
"Nasi Padang aja, ayam bakar ucapku."
"Ok sipz ucap Bg Angga."
Pekerjaan lain juga sudah pesan masing-masing.
Sudah biasa dikasir hapal harga-harganya, sesekali ku rapikan meja kasir.
"Non mau ambil mobil Tuan Rian , ini kwatansinya ucap seorang bapak."
"Bentar ya pak! Saya cek dulu jawabku."
"Ucup, mobil atas nama Rian Uda siap? Bapak ini mau jemput ucapku."
" Uda mbak Han ucap Ucap pekerja di bengkel."
"Sudah siap pak, itu Uda di pindahkan didepan ucapku."
"Terima kasih Non ucapnya."
Aku langsung telpon no tersebut menyebutkan beberapa tagihan yang harus di bayar dan segera mentransfernya berhubung teman/saudara biasanya seperti ini.
Suaranya sedikit lembut tapi tegas, sungguh nyaman untuk didengar kalau telponan apa lagi sleepcall.
Giliran kami yang istirahat, kami kerumah sebelah untuk makan dan istirahat biasanya, di belakang toko juga ad mes buat pekerja bengkel kalau cewek biasanya pulang hari atau ngekost.
Aku menyantap habis semu nasi tidak bersisa, seperti habis kerja berat kelaparan banget.
Bg aku cuma kekeh lihat tingkahku, aku usil menoel lauk dari mereka, tapi jika ikan aku gak suka kecuali gembung dan lele itu suka.
Pukul 4 sore aku balik kerumah buat mandi dan siap-siap buat pergi. Jam 5 aku mulai berangkat naik motor sendiri, mau naik mobil semua di bengkel aku berpamitan lewat telpon takut nanti pulang ke maleman.
Sesampai di tempat janjian kami langsung berkumpul, kita jalan-jalan, makan baru karokean.
"Han,beli itu kita, Udalama gak ke miniso ucap Luna."
"Oke, ku juga mau cari tempat bekal ucapku."
"Sama aku juga mau cari pengharum kamar ucap Icha."
Setelah membeli yang kami mau ,kami lanjut ke tempat makan yang gak jauh dari tempat karaoke di lantai 2.
Sesampainya diruang karaoke kami pesan yang 2jam saja takut pulang ke malaman.
Kami happy di sana bernyanyi seru, banyak puter lagu dangdutnya.
Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu (pertama).
Diputusin pacarmu di tinggalin pacarmu jangan curhat denganku , no coment ku.
No comement itu si derita loh, masa bodoh gak mau tau.(Kedua)
Lagi sad kayak mahalini, Ariel Noah, lagu-lagu sad.
Gak terasa sudah jam menunjukan pukul 9 kurang 15 menit, kami segera off dan berpamitan masing-masing untuk pulang , sebagain rumah rumah mereka jauh.
Sesampainya di pintu keluar aku berpapasan ma Bg Angga, Devan, dan teman lainnya.
"Han, jangan mampir-mampir kemana lagi? Uda malam ucap Bg Devan dengan mata yang tajam."
"Siap bos ucapku sambil kasih jempol."
"Jangan balap-balap ucap Bg Angga."
"Ih kalian, malu aku ucapku sambil meninggalkan mereka."
"Setelah aku nikah bakal susah mantaunya, lihat tu anak cewek keluyuran dari sore malam baru pulang ucap Bg Angga."
"Uda yuk masuk, Uda ku pesan ruangan untuk kita."
Sesampainya dirumah aku lihat Kak Indah masih bersama bocil nonton TV.
"Kakak kapan kemari ucapku."
"Tadi habis magrib, mereka mau reuni katanya."
"Tenang nanti kami pantaukan ucap Riko."
"Makasih bro, titip ya kalau kalian jumpa dia suruh balik kerumah ucap Devan."
"Oooh reuni ucapku dengan mata reddevil, seru ini kalau mereka galak, bisa buat ancaman, reuni kok di karokean, aku bakal bantu untuk menghajar mereka kalau macam-macam."
Aku langsung tidur dikamar karena sungguh melelahkan hari ini, kakiku juga pegal jalan sana sini ngalahin di rumah sakit karena aku dinas jam 10 masih ada waktu istirahat sebentar.