BAB III Makan bersama

1149 Words
Selesai pertandingan suara Sholawat diMasjid telah berbunyi kami siap untuk balik, pertandingan telah usai dan di menangkan tim lawan. Bg Devan mengajak temannya untuk main kerumah, sembari makan bersama. Sesampainya dirumah aku langsung naik ke atas untuk mandi. Setelah selesai aku turun untuk bantu Kak Indah untuk siapkan makanan sembari menunggu mereka pulang dari Masjid. Semua kami hidangankan di meja makan mulai sayur dan lauk pauk untung stok makanan di kulkas ada kami masak capcay, ayam Kalasan dan sambal kecap ada sambal teri kacang yang selalu ada kesukaan Bg Angga. Mereka bertiga telah bergabung di meja makan dan mulai menyantap masakan kami. "Enak banget Van, pas di lidah ucap Irwan." " Istri dan adik aku yang masak jawab Devan." "Si Hanna yang masak semua aku cuma goreng ayam aja ucap Kak Indah." Mereka kompak kasih jempolnya ke aku. "Han, kamu jomblo ucap Irwan." Aku tersedak makanan dengan ucap Bg Irwan, sampai terbatuk-batuk, di sebelahku teman Bg Devan memberi air putih. "Terima kasih, Bg ucapku." Selesai makan mereka ngobrol bareng dikursi teras rumah sambil merokok, didalam rumah dilarang merokok karena ada bocil. Bocil keluar dengan membawa cemilan membantu kami juga yang menghantarkan kopi ke teras. "Om yang tadi main bola itu, om keren banget ,aku masuk jadi seperti om ucap bocil." " Rajin belajar, minum s**u ,berenang juga biar tumbuh ke atas gak kesamping ucap Riko." Semua tersenyum tidak dengan diriku sera tersindir ma mereka karena tinggiku 150cm dan BB aku 50kg ya kecil bohay lah. "Ini buat om, ini onti aku yg buat ucap bocil menyerahkan beberapa kurma coklat yang dia ambil dari kulkas." " Terima kasih jagoan, enak ya ucapnya sambil menikmati coklat tersebut." Mereka berbincang-bincang sampai jam 10 malam, pembahasan mereka seputar voli, motor,mobil, dan kenangan masa sekolah dulu. Aku mulai ngantuk bantuk Kakak ipar membereskan gelas dan piring kotor cemilan dan kopi tadi. " Permisi! Ada kunci motor ketinggalan tidak ucap teman Bg Devan." "Oh itu kak ucapku sambil menunjuk kemeja sebelah." "Terima kasih ucapnya dan pergi keluar buat menghidupkan motornya" Selesai semua bersihkan kami langsung ke kamar masing-masing untuk tidur. Aku tidak bisa melawan rasa kantukku dan tertidur sangat pulas , aku mau bangun siangan karena ku jadwal dinas siang hari ini. *** "Adiknya Devan perpect, aku Uda tunangan kalau gak sudah ku persunting dia ucap Irwan." Riyan dengan ringannya memukul punggungnya, Irwan menambah laju kendaraan sampai dirumah Riyan, rencananya dia inginenginap disana, kalau tempat Riko segan karena dia sudah menikah. Sesampainya dirumah Riyan langsung masuk kamarnya, sedangkan Irwan tidur di kamar tamu. Sebelum tidur mereka ngobrol-ngobrol kembali sampai di jam 1 mereka baru kembali ke kamar masing-masing. Memang cantik, imut ,gemesin itu cewek dalam hati Riyan, aku segera dekatin ketikung orang lain pulak. Setelah menyusun strategi dia langsung tertidur pulas. *** Hari ini dinas siang , aku berolahraga ikut dengan kakak ipar buah jalan-jalan pagi . Suara ramai ibu-ibu mengerumin pedagang sayur cukup kuat. "Dek habis ini belanja yuk, tunggu sepi taulah yakan mulut ibu-ibu itu ucap kak Indah." "Benar kak, kapan nikah? Kapan nambaha anak? Membanggakan anaknya sendri ucapku." Kak Indah hanya ketawa melihatku memperagakan mulut ibu-ibu itu kalau lagi bertanya . Serasa sudah cukup sepi kami langsung datang ke tukang sayur tersebut memembeli beberapa bahan masakan, semalam sudah habis semua kami masak , mau belanja belum sempat Bg Devan atau Bg Angga antar kami. Selesai memilih beberapa sayuran dan lauk untuk kami masak nanti kak Indah langsung menyuruh menghitung dan membayarnya. Sesampainya dirumah ternyata bocil sudah bangun dengan di gendong Bi Icah orang yang biasa datang untuk setrika pakaian dirumah. Aku langsung meletakkan bahan belanjaan di dapur dan membereskan satu persatu kedalam kulkas dan menyisihkan sebagiannya untuk kami masak. Sesampainya di kamar aku langsung saja membersihkan diri, langsung menonton TV dikamar. Ponselku satu lagi terus berdering beberapa kali,aku lihat banyak panggilan masuk dan chat. Ternyata dari dokter Riky, grup RS, dan satu nomor tak dikenal. Han nanti berangkat bareng saya ya, saya jemput saya dri Rs Buwono tadi.(dr.Riky obgyn). Kamu menolakku lagi, aku berusaha mendapatkan kamu Han, nanti aku tunggu di RS kamu. (No tak dikenal) Anak ini nekad juga, cocok ada tawaran dari dr.Riky biar dia menjauh dariku kalau aku ada dekat dengan pria, heran orang tidak suka di paksa, sungguh obsesinya di luar nalar sekarang ucap dalam hati Hana. Gak berapa lama aku turun buat bantuin Kak Indah masak, sekalian persiapan bekal di kerjaan nanti. Ku juga Uda izin ma Abang untuk berangkat dengan dr.Riky dan di izinkan. Aku sambil masak tetap juga menjahilin bocil kecil yang sedang makan Snack di ruang TV. "Onti jangan cium-cium ku, aku bukan pacar kamu ucapnya." Mendengar itu semangkin gemas dan aku mangkin menjahilinnya sampai menangis,cepat menangis cepat juga berhentinya. Bi Icah hanya tertawa dengan tingkahku, karena gak ada mereka sepi ini rumah, orang tua sering keluar kota sekarang, kadang Bg Angga suka tinggal dibengkel. Suara motor keras terdengar, sepertinya Bg Angga buat ambil barang yang baru datang, kurir sering antar kerumah dan tidak langsung ke bengkel. "Bg minta duit dong, mau beli es cream ucapku sambil aku lirik bocil." Bg Angga membuka dompet dan merendahkan beberapa lembar uang, si bocil dengan segera bangkit juga. "Onti jangan minta uang ke Om, aku aja, uang Om sedikit itu ucap bocil sambil memberi uang 5rb." " Gemesnya Tante, Uda berpikiran dewasa ya ucapku sambil mencium Pipinya." Semuanya ikut tertawa dengan tingkahnya, Bg Angga gak terlalu banyak bicara tapi dengan tindakan ketika mengungkapkan kasih sayang, kalau Bg Devan nyinyir seperti cewek tapi sosok bg yang bertanggung jawab akan adik-adiknya dan keluarganya. Bg Angga pamitan kembali lagi ke bengkel untuk bantu Bg Devan karena banyak pelanggan Uda berdatangan. "Han, nanti kalau pulang chat abg sebelum keluar biar datang duluan, kamu gak lama nunggunya ucap Bg Angga." "Asiap bosku ucapku." Selesai masak aku bersama bocil nonton TV bersama, seperti ini kami akur. Jam makan siang tiba, si bocil sudah siap di suapin Mamanya, kami barulah makan bersama tidak lupa Bi Icah juga. Selesai makan kami mengantarkan makan siang ke bengkel bersama Kak Indah dan bocil, tidak terlalu jauh dari kompleks rumah. Sesampainya disana memang begitu ramai, bukan hanya mobil tapi juga motor besar. Aku langsung mengantar ke dalam rumah sebelah bengkel memang khusus untuk istirahat mereka. Ketika melewati bengkel dan toko, aku lihat beberapa teman Bg Devan kembali disana. "Siang Bg ucapku ke mereka semua." "Siang Han, antar makan untuk kami ya ucap mereka ucap Irwan." "Antar Abgku ucapku lugas, risih di godain dengan mata genit." " Om sakit mata , gak boleh lihat onti aku nanti ketularan ucap bocil dengan tangan di pinggang." Semua disana pada tertawa kekeh dengan suara bocil tersebut. Beda kelakuan ke Bg Rian atau Riko dia mau nyapa dan berbagi permenya. "Sayang ,salam om omnya , jangan galak gitu gak boleh ucap Kak Indah." "Dengar tu bocil ucap Bg Irwan". Kami langsung berpamitan ma semuanya, aku juga menodong Bg Devan kembali untuk minta jatah uang jajan buat upah jaga toko kalau aku libur kerja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD