Ku siapkan perlengkapan buat dinas pagi hari ini di rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit aku langsung masuk dan pamitan dengan Bg Angga. Sesampainya dirumah sakit langsung operan dengan dinas malam diruangan,tidak lupa isi absen sebelum masuk ruangan.
Hari ini pasien begitu ramai, kebanyakan ingin melakukan tindakan kuretase.
"Sus, nunggu sampai jam berapa lagi saya? Apakah dokter belum masuk juga, bisa di percepat ucap seorang wanita."
"Ibu sabar ya, lagian status ibu baru masuk, dokter belum melakukan pemeriksaan juga ucap temanku menjelaskan kepada wanita tersebut."
"Pasien Poli kebidanan dia ya ,kok Uda masuk ruangan VK kita?coba suruh mereka bawah ibuk itu kesana lagi? Atau kamu kasih pengertian ruangan apa ini kedia? Ucapku sambil meninggalkan ruangan buat ambil obat di apotek Rumah sakit buat persiapan pasien lahiran dan kuretase."
Sesampainya di Apotik mereka sudah menyiapkan semuanya , aku tinggal mengambil saja. Sampai diruangan wanita tadi sudah tidak ada lagi, aku masuk keruangan sebelah buat siapakan alat-alat steril yang di butuhkan Dokter Obyn nantinya.
Untuk persalinan normal biasa dokter hanya memantau saja, kami yang melakukan tindakan, untuk kuretase kami hanya membantu persiapkan alat-alat biasanya Dokter bakal bersama asistennya dan juga ahli anastesi di ruangan kuret. Hari ini sedikit lelah, persalinan 4 orang normal, 3 operasi tapi langsung di pindah keruang nipas, dan 2 pasien kuretase.
Pukul menunjukan jam makan siang, biasanya kami makan bersama diruangan yang disediakan untuk petugas medis yang berjaga kalau banyak pasien bergantian untuk Isoma(istirahat,sholat,makan). Semua sudah beres alat-alat di sterilkan kembali dan kami mencatat obat apa saja yang habis buat operan dengan dinas siang.
"Han, dipanggil Dokter Riky di ruangannya? Ucap salah satu asisten Dokter.
"Ihhhh baru juga beberapa suap masuk, oke deh bentar ku tutup dulu makananku ucapku sembari membereskan makanan."
" Semangat Bun, anak bulannya kambuh kayanya ucap temanku Yuni."
Aku mengetuk ruangannya Tok Tok "permisi!"
"Silahkan masuk han, duduk, ucap dari dalam dokter Riky dan langsung menyuruh duduk"
" Ia Dok , ada apa dok? Ucapku."
" Kamu sudah habis masa Magangnya ,kamu mau kemana tetap disini atau tempat yang lain biar saya bantu ucapnya."
" Belum ada gambaran dok, sepetinya dirumah sakit yang dekat dari rumah dok ucapku."
" Rumah kamu kompleks Citra Arum, kebetulan saya juga dirumah sakit dr.Buwono letaknya gak jauh tu daei kompleks kamu, rumah sakit besar dari ini, lumayan disana fasilitas pekerja jika kamu capek ada mes dan rusunnya."
" Betul dok bantu saya, rumah sakit itu incaran pertama magang, tapi Papa suruh disni karena kenal dengan HRD nya ucapku."
" Nanti selesai magang buat lamaran biar saya bawakan ucap dokter Riky."
"Makasih dok, ucapku sambil berjabat tangan."
"Nih Hanna makan ma yang lain, ucapnya sambil serahkan paperbag kepadaku."
"Terimakasih banyak dok, saya pamit Ucapku."
Sesampainya di ruangan kami membagikan bolu kepada semuanya, ada tiga kotas satu buat tiga sip kami, masing-masing satu sip, cukup pagi siang malam. Sebagian kami makan sebagian kami bawah pulang di Tupperware masing-masing.
Selesai operan dengan dinas siang dan juga beri tau dapet bolu dari dokter Riky kami pamit pulang.
Aku masih nunggu jemputan gak berapa lama dokter Riky memanggilku.
"Han Ayuk bareng, saya mau dinas di RS.Buwono, ada SC cito ucap dr.Riky."
"Benar dok ucapku."
Aku langsung masuk dan chat Abangku untuk tidak menjemputku.
Sepanjang perjalanan kami membahas seputar pasien,kegiatan RS, dr.Rikypn memberikan sedikit ilmunya. Sampai tidak terasa sudah sampai depan gerbang rumahku.
"Makasih ya dok ucapku sambil menutup pintu mobil"
dr.Riky sangat akrab denganku juga dengan pegawai lainya,dia ramah, hummble, royal jarang dokter seperti dia. Dokter tampan masih mudalah, idaman cewek-cewek di Rs karena statusnya belum menikah itu.
Aku masuk kedalam rumah langsung mandi dan ganti pakaian. Selesai pakaian aku langsung kebawah untuk melanjutkan makan siang ku yang tertunda tadi. Aku juga memberi bolu ke keponakan aku.
" Laper buk, gak makan disana tadi? Tadi siapa tu yang nganter ucap Bg Angga yang mau ambil rantang makan siang dirumah."
"Kepo amat, ucapku sambil mengejeknya."
" Oh gitu, nanti dapet obses lagi baru tau ucapnya dengan mengejek sambil mau mencubit pipiku."
"Jangan mendekat saya sudah mandi ucapku".
"Kakak juga kepo loh Han, ucapku kakak ipar."
"Kalian berdua, tadi dokter di rumah sakit ,aku numpang soalny dia mau RS.Buwono operasi ucapku."
Mereka sudah tidak penasaran lagi, Bg Anggapun telah pergi dan Kakak Ipar sepertinya ngajak anaknya buat tidur siang.
Setelah mencuci piring habis makanku aku langsung ke ruang TV di atas buat nonton film drakor.
Aku juga tertidur pulas, sampai sore dan aku lihat suara bising Bg Angga pakai sepatu jalan sana sini dengan baju Olga Volinya.
Aku bangun dan ikut ganti baju, aku tidak mau melewatkan pertandingan ini terlebih memberi semangat pada Abgku dan temanku yang ikut bertanding nanti.
Si bocil ternyata sudah dulu dengan Papanya di lapangan,aku bersama kak Indah belakang karena membawa Tupperware isi semangka dan ada juga minuman dingin satu termos.
Sesampainya di lapangan kami letakan semuanya di tempat biasa kami duduk, Bg Devan juga meletakkan beberapa kotak Aqua gelas disana.
Suara riuh penonton cukup ramai, karena pertandingan persahabatan ini seru.
Aku juga bertemu teman Bg Devan yang di Cafe kemarin katanya mau support temannya juga. Semua terpokus masih tim putri yang bertanding. Selesai putri masuklah pertandingan putra sorak begitu kencang terutama cewek-cewek.
Akupun dengan suara keras mengucapkan"semangat ayang-ayangku sambil kasih jari sarang heo ke mereka".
Seketika mereka melihatku dan tersenyum dan membalas juga dengan jari sarangheo. Beda dengan tim lawan juga ikutan membalas dan ada yang tersenyum. Cewek-cewek pada menatap tajam ke arahku, aku bodoh amat mereka Abgku dan sebagian temanku juga Uda biasa bercanda seperti itu.
Pertandingan babak pertama berakhir dan dimenangkan tim lawan, mereka semua beristirahat. Kami membagikan Tupperware berisi semangka ke mereka, tim lawan juga ini hanya pertandingan persahabatan. Ada sosok pria menatapku cukup tajam, dia teman Bg Devan yang dicafe juga. Sembari memberi semangka ada juga pria yang menggodaku tapi ya karena aku kalau tidak kenal terkesan cuek.
Aku kembali duduk bersama tim Voli citra, aku semangatin mereka aku juga dengan memijat tangan Bg Angga, sebagian yang tau dia Abgku biasa aja yang tidak tahu pasang wajah barong.
Aku lihat mereka disemanga tim dengan pasangannya juga, karena sudah terbiasa gak heran dengan tingkahku mereka.
"Ingat ya kalah menang kalian traktir aku bakso, ucapku."
"Siap tuan putri? Ucap teman-temanku."
Bg Angga menyetil telingaku, gemes denganku, Bg Devan melempar sandalnya ke arahku.
"Kak Indah, lihatlah monster itu ucapku."
"Kamu mas, jahil juga ke Hanna kasihan tau ucap Kak Indah membelaku."
Dion masih fokus dengan semangka dan kue bolu yang dibawanya di Tupperware kecil.
Sesekali aku garain dengan menciumin pilihnya hingga dia kesal, dan menggigit tangannya.
Teman Bg Devan hanya mengatiku sambil bercerita dengan yang lainya.
" Meskipun mungil, cakep adeknya Devan, karena pakai hijab dan masker kalinya kita jumpanya" ucap Riko."
"Biasa aja mata kalian bangs.t ucap Rian."
"Yan, pantesan di kejar-kejar cowok, akupun mau mengejarnya ucap Irwan."