MAFIA - 21

1770 Words

Abigail berdiri memandangi Lucca menghabiskan makan malamnya dengan pikiran penuh. Laki-laki itu terlihat tidak mempedulikannya meski memang seperti itulah seharusnya. Dilihatnya Lucca memakan potongan ikan salmon terakhirnya, menyesap winenya sebagai penutup lalu duduk menyandarkan lengannya di kursi, nampak santai. "Tuan Lucca...." Abigail buka suara, Lucca menolehkan kepalanya dengan tatapan tajam. "Maaf jika saya menganggu tapi..." Abigail meremas tangannya, merunduk dan berucap lirih. "Apa kau bisa membantuku memberitahukan Tuan muda Geovani kalau saya mungkin tidak akan datang ke pestanya." Hening, Lucca tidak merespon perkataannya. Abigail menahan napas, mencoba meredakan gemuruh di d**a dan mengangkat pandangan. Terkejut saat melihat tatapan Lucca yang menghunus tajam. "Ulangi p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD