Prison

1593 Words
Kalimat terakhir yang diucapkan Chyou seketika menyentak pikirannya. Tewas? Bagaimana bisa? Tanpa butuh waktu lama Li Xian dan Chyou segera berlari melesat menuju penjara tempat Hou Linhe ditahan selama beberapa hari ini, perasaan-perasaan lain yang sedari tadi ada di benaknya seketika teralihkan. Penjara Yizhou terletak satu komplek dengan departemen kehakiman di kota Yizhou. Sebelumnya siapa yang berani menuduh mereka berbuat kejahatan? Penjara ini hanya ditempati oleh rakyat jel*ata atau pejabat-pejabat yang berseberangan dengan Hou Linhe. Pria itu sebelumnya merasa menjadi raja di tanah Yizhou, menyembunyikan segala kejahatannya dari jangkauan mata istana. Sejak Hou Linhe dan para oknum pejabat yang terlibat ditahan di sana, belakangan sistem keamanan di penjara ini nampaknya jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya, jika sebelumnya suap menyuap, penyelundupan, dan segala kongkalikong sudah menjadi pemandangan sehari-hari, kini setelah lima orang penyidik dari ibu kota dan Pangeran Kelima —Pemuda yang awalnya mereka pikir hanyalah rakyat jelata— mengawasi langsung proses ini otomatis para petugas yang bertanggung jawab terhadap keamanan penjara sudah tak berani main main, takut jika kepala atau keluarga mereka menjadi taruhannya. Namun nyatanya tak peduli seketat apapun nyatanya masih ada celah yang menimbulkan kehebohan malam ini di Penjara Yizhou. Pintu utama penjara terbuka, dan wajah yang belakangan heboh dibicarakan —Pangeran Kelima— buru-buru masuk kedalam bersama dengan pengawalnya. Begitu melihat sosok itu dua orang bertugas di pintu utama berdiri mematung di sisi pintu untuk beberapa saat sebelum akhirnya mereka sadar dan buru-buru membungkuk memberikan salam hormat kepada pangeran muda itu. Setelah sang pangeran berjalan masuk kedalam dua orang itu kembali terdiam lama memperhatikan sosok putra sang kaisar lekat-lekat dari belakang. Memasuki penjara Yizhou Pangeran Li Xian di antarkan oleh kepala penjara, mereka berjalan melewati lorong temaram penjara, seperti penjara pada umumnya penjara itu nampak gelap dengan aroma jamur yang menusuk hidung merebak di udara,, setelah melewati belokan di ujung lorong terdapat beberapa anak tangga yang berkelok, tak jauh disana merupakan penjara tempat Hou Linhe di tahan. Sel penjara itu hanya kira-kira lima kaki persegi ukurannya, tak cukup luas namun lebih dari cukup untuk menampung seorang tahanan, di dalam sel itu nampak beberapa orang penyidik sedang berjongkok di sekitar mayat sampai-sampai tak menyadari kehadiran Pangeran Kelima. Li Xian memperhatikan tubuh pria itu lekat-lekat, Tubuh Hou Linhe sudah terbujur kaku, Wajah angkuh dan penuh kebanggaan itu sudah lama sirna sejak ia menginjakkan kaki di penjara digantikan dengan wajah putus asa, dan kini semua ekspresi itu sama sekali tak tersisa hanya tubuh kaku dengan mata tertutup tanpa ekspresi apapun ,ia meninggal dengan cepat, entah ini sebuah berkah atau hukuman untuknya, di satu sisi pria tak berperikemanusiaan sepertinya memang tak pantas untuk berlama lama hidup di dunia ini, namun disisi lain ia mati begitu saja tanpa harus merasakan penyiksaan tanpa harus menunggu dengan cemas hitungan mundur menjelang hukuman matinya, Bahkan mungkin sebelum ia menyadari dan menyesali perbuatannya. Kematiannya yang terlalu mudah untuknya. “Salam Hormat kepada pangeran Kelima.” Empat orang penyidik buru-buru mengucapkan salam sambil membungkuk dan menangkupkan tangannya begitu menyadari tahu-tahu Pangeran Li Xian sudah ada di belakang mereka. “Pangeran, maafkan hamba karena telah gagal mengamankan tersangka, hamba siap menerima hukuman.” Kata Penyelidik Han sambil berlutut, diikuti oleh penyidik yang lain. “Lupakan itu dulu petugas Han, jelaskan apa yang terjadi.” “Baik pangeran,” Penyelidik Han buru-buru bangkit kemudian berkata, “Penyebab kematian Hou Linhe dikarenakan racun yang berasal dari jarum ini, “seorang penyidik menunjukkan sebuah jarum kecil, jarum itu nampak sangat kecil dan tipis, setipis rambut panjangnya hanya satu senti , jika tak di perhatikan sesama akan sulit melihat jarum itu.”Jarum ini di temukan di leher Hou Linhe. Kami sudah memeriksa racun yang ada pada jarum ini, ini adalah jenis racun yang jika sudah masuk melalui pembuluh darah akan bisa membunuh dalam hitungan detik, dari posisi dan kedalamannya, hamba rasa jarum ini dilontarkan dari jarak jauh, yang tak sembarang orang bisa melakukannya, .” “Bagaimana dengan pelakunya apakah sudah ditemukan? “Racun ini sangat kuat, bahkan jika seseorang memegang racun dengan menggunakan sarung tangan tetap akan ada jejak yang terdeteksi.” Penyidik Han mendemonstrasikan apa yang dikatakannya, ia melepas sarung tangannya yang baru saja digunakan untuk memegang jarum tersebut, dan kemudian meneteskan setetes cairan kimia kental berwarna bening, dan perlahan cairan yang ada di jarinya berubah warna menjadi berwarna keunguan. “Selain hamba dan tiga anggota penyidik lainnya tak ada orang lain yang memegang jarum ini, dengan hamba sudah mengumpulkan petugas penjara yang terkait dan memeriksa jejak racun satu persatu namun tak ada satupun yang menunjukkan reaksi. Kami akan memeriksa lebih lanjut lagi pangeran.” Pangeran Li Xian melihat ke sekeliling penjara itu, tak ada celah sama sekali, kecuali lubang ventilasi kecil yang terletak di tembok lorong. Ia menunjuk ke arah ventilasi itu, “mungkinkah mereka melontarkannya dari sana?” “Meskipun ada kemungkinan namun kemungkinannya sangat kecil, lubang tersebut letaknya sangat tinggi, dan menembakkan jarum sekecil ini dengan akurat tampaknya agak mustahil pangeran.” “Siapapun pelakunya pasti mereka sudah profesional, selidiki semua yang mencurigakan dan cari tahu dari mana jarum racun ini berasal, jangan lewatkan hal sekecil apapun.” “Baik Pangeran.” Jawab keempat penyidik itu dengan patuh. **** Seharian ini Li Xian belum tidur sama sekali, setelah kembali dari penjara ia segera membuat laporan untuk kakaknya Putra Mahkota Zixuan, dan setelahnya berjam-jam berada di dalam ruangan tanpa melangkahkan kaki keluar sejengkalpun. Siapa yang membunuh Hou Linhe? Dengan cara apa? Apa kepentingannya? Apa yang ingin mereka bungkam? Apakah ada hubungannya dengan kejahatan-kejahatan yang dilakukan Hou Linhe? apakah mereka ada di perahu yang sama? Keping-keping emas di dalam peti itu, dari mana asalnya? Dimana keberadaan bubuk mesiu dalam jumlah besar itu ? Ia terus terhipnotis dalam lamunanya sendiri, terbenam dalam pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung terjawab dan malah menjalar menjadi tanda tanya-tanda tanya lain, pertanyaan-pertanyaan itu terus menari-nari di dalam pikirannya, tanpa sadar beberapa jam telah berlalu. Chyou masuk ke dalam ruangan dengan sebuah teko dan cangkir porselen, perlahan ia menuangkan teh ke dalam cangkir, asap putih mengepul dari teh itu . “Yang mulia istirahatkan pikiranmu sejenak.” Chyou menyodorkan cangkir berisi teh panas kepada Pangeran Li Xian. “Hmmm, Teh ini rasanya sangat unik,” kata Li Xian setelah menyeruput teh itu. “Tentu saja pangeran ini adalah teh khusus dari Tanah Ming, yang daunnya hanya dipetik sekali dalam setahun, Jendral Yan yang memberikannya tempo hari sebelum berangkat kembali ke perbatasan.” Perkataan Chyou membuatnya teringat akan sesuatu, Li Xian hampir saja menjatuhkan cangkir yang ada di tangannya, tapi ia buru-buru menangkapnya dan meletakkan ke atas meja, wajahnya tampak bersemangat. “Ada apa pangeran?” tanya Chyou dengan wajah kebingungan. “Itu dia!! Chyou ambillah beberapa sampel kepingan emas di dalam peti yang disita dari Hou Linhe, dan bawalah ke para pandai emas terbaik di kota ini, aku ingin mereka mengidentifikasi asal-usul bahan emas yang digunakan, mintalah bantuan kepada kepala penyidik Han, jika perlu kerahkan petugas polisi di kota ini.” Secangkir teh yang baru saja ia seruput benar-benar membuka pikirannya, memberikan petunjuk akan pertanyaan-pertanyaan yang menggelayut. Meskipun berasal dari jenis pohon yang sama, daun-daun teh bisa memiliki aroma dan rasa yang berbeda-beda tergantung dari lokasi tanah tempat tanaman teh itu tumbuh dan cara perawatannya. Dengan logika yang sama emas-emas itu...meskipun sama-sama di sebut emas namun setiap kepingan emas dibuat dari bijih emas yang di tambang dari tempat berbeda-beda dan tempat pengolahan yang berbeda pula, semuanya pasti meninggalkan karakteristik masing-masing yang menjadi ciri khas. Dan bisa menjadi jasar untuk menelusuri asal-usul emas-emas ini. Setelah menyisir seluruh kota, serbuk mesiu dalam jumlah besar itu tak juga bisa ditemukan jejaknya, dan yang ada hanyalah peti-peti berisi kepingan emas yang masih tidak diketahui asalnya. Tepat setelah menemukan sisa-sisa serbuk mesiu di penginapan saat itu, Pangeran Li Xian sudah meminta bantuan kepada putra mahkota Li Zixuan untuk memeriksa kementerian pertahanan dan kementerian perdagangan untuk memeriksa apakah ada kejanggalan dalam laporan maupun dalam proses distribusi serbuk mesiu namun hasilnya nihil. Melihat Hou Linhe yang memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi jual beli dengan pihak luar melalui jalur air —termasuk kasus perdagangan wanita— Jadi, besar kemungkinan bahwa serbuk mesiu itu bukan berasal dari dalam Daxiang, melainkan didatangkan dari luar dan pembelinyalah yang berada di dalam Daxiang. Siapakah orang ini? dan untuk apa serbuk mesiu sebanyak itu? Li Xian khawatir serbuk-serbuk mesiu ini akan digunakan untuk hal berbahaya, Melihat jumlah kepingan emas yang sangat banyak dan bentuknya yang tidak biasa Li Xian berasumsi kalau asal-usul bahan pembuatan itu bisa ditemukan maka ia akan semakin mudah untuk menelusuri pelakunya. **** Sesuai dengan instruksi keesokan harinya Chyou dan beberapa orang prajurit menyebar ke seluruh penjuru kota untuk mencari tahu mencari tahu mengenai asal-usul bahan kepingan emas itu. Menjelang sore Chyou kembali dengan membawa sebuah laporan. “Pangeran kami sudah menemukan informasi mengenai kepingan emas ini, seperti yang anda katakan, kepingan emas itu memiliki ciri khas dari bahan penyusunnya.” Terang Chyou begitu ia kembali. “Lalu bagaimana? Apakah kalian bisa menemukan informasi mengenai asal-usul bahan emas ini?” Tak mudah menemukan Pandai emas yang bisa mengidentifikasi asal-usul emas, apalagi emas-emas ini bentuknya tidak seperti kepingan emas pada umumnya, Tapi….”Chyou berhenti sesaat membuat tuannya semakin penasaran, “Tapi kami berhasil menemukan seorang Pandai emas senior, ia sudah lanjut usia dan sudah sangat berpengalaman dengan emas-emas dari berbagai macam tempat, pengalamannya sudah tak diragukan lagi, dan hanya butuh waktu singkat ia dengan yakin mengatakan kalau keping-keping emas ini memiliki karakteristik sama dengan emas yang ditambang dari Lembah Anrui.” “Lembah Anrui?? Bukankah tempat itu adalah tempat yang terkenal dengan tambang emasnya?” “Benar pangeran.” “Chyou, sepertinya kita harus segera kembali ke Anming.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD