BAB 11

1863 Words

Iyan kembali melirik Vio dari kaca spion. Dalam hati ia tertawa melihat raut wajah gadis itu. Bagaimana tidak, gadis itu sepertinya takut, namun ia mati-matian supaya terlihat tenang. Dan sialnya, Iyan tahu jelas dari sorot mata gadis itu jika dirinya sedang takut. 'Apa jangan-jangan ia takut naik motor?' pikir Iyan. Makin sore jalanan makin macet rupanya. Banyak karyawan kantor dan pekerja lainnya yang memang sudah pulang di jam tersebut. Beberapa kali Iyan harus berhenti dan menunggu kendaraan lain di depannya bergerak. Lagi-lagi Iyan melirik Vio melalui kaca spion. Terlihat keringat yang mengucur dari dahi gadis itu. Saat kendaaran di belakangnya membunyikan klakson, Iyan mengerjapkan matanya dan kembali fokus pada jalanan. Akhirnya mereka tiba di rumah sangat sore. Iyan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD