"Maaf soal yg tadi," ucap Iyan tulus. Vio langsung menoleh dan mengalihkan perhatiannya dari buku. Ia terkejut mendengar penuturan Iyan yang terdengar tulus. Ia menelusuri manik matanya, namun tak menemukan apapun selain ketulusan disana. "E-eh iya gakpapa, gue juga minta maaf. Harusnya gue gak marah-marah kek tadi," balas Vio. Iyan mengangguk dan tersenyum tipis. Mereka pun melanjutkan belajarnya. Kali ini Vio lebih sabar dalam mengerjakan soal-soal yang dirasa sulit. Begitupun Iyan, ia mengajari kedua gadis itu dengan telaten dan sabar. "Ayo makan dulu, gakpapa ya sama mie juga?" ucap Yuli sembari membawa nampan. Di atasnya ada tiga mangkuk berisi mie. "Aduh tan kok jadi ngerepotin sih," ucap Vio tak enak. "Gak ngerepotin kok, tante seneng malah kalo temen-temennya Iyan pad

