17. Belum Resmi

1360 Words

Part 17 "Ehm ... Teteh lagi ngapain?" Spontanitas kami menoleh, aku terkesiap begitu juga dengan Tuan Putra, ia menurunkan tangannya saat melihat Arga yang sudah siap dan rapi memakai seragam putih merahnya. Seketika suasana menjadi canggung. "Jadi ini majikan teteh ya? Yang teteh ceritain itu?" tanyanya lagi. Aku tersenyum. "Iya, sini Arga, salim dulu sama majikan kakak, ini namanya Tuan Putra, ayahnya Dek Alvaro." Adik laki-lakiku itu datang mendekat. Lalu menatap Tuan Putra dengan lekat dan menyalami tangannya. "Sudah, ayo kita sarapan bareng. Teh Husna panggil juga ya, Dek Alvaro belum bangun kan?" "Iya, belum, Teh." Arga mengangguk kemudian berlalu menuju kamarku. "Maaf Tuan, tadi Tuan mau bilang apa?" "Tidak jadi." "Ya sudah, kita makan dulu ya, Tuan. Maaf menunya sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD