Biantara 2

1418 Words

Kesal, marah, frustasi, membuatku tidak bisa berpikir jernih menghadapi Marina yang terlanjur murka. Maka kuputuskan untuk menemui papa di kantornya. Akan kugunakan rahasia papa untuk menekan pria itu demi membujuk putrinya yang keras kepala. Melangkah dengan cepat, tak kutemui sekretaris yang biasa ada di meja kerjanya. Berpikir hal itu terjadi, aku menyunggingkan senyum dan buru-buru masuk ke ruangan. Sudah kuduga, papa dan wanita itu sedang memadu kasih. Tua bangka, beradegan m***m tidak mengenal tempat dan waktu. Pria yang tengah bermain-main dengan sekretarisnya itu langsung terkejut dan membenarkan dasinya, ketika aku menerobos masuk ke dalam ruangan tempatnya kerja sekaligus tempat bermain plus-plusnya. "Bian, tak sopan kamu main masuk masuk aja ke ruangan orang. Nggak bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD