Mereka pasti tidak menyangka aku akan berkata demikian. Kali ini keduanya membiarkanku melewati mereka. Tapi belum jauh, Mas Bian yang juga mengekor di belakang, menarik tanganku di ujung tangga. "Ada apa lagi ini, Mas? Berhenti memegang tanganku. Jika ada yang ingin kau bicarakan, katakan saja sekarang." Aku mendesis setelah berbalik padanya. Rasanya jijik saja bersentuhan dengan kulit yang sudah tercemari selingkuhannya itu. "Marin, bahkan aku sebelum sempat berbicara dengan Richie karena dia tidur sejak kali pertama datang. Aku minta bawa dia pulang ke rumah, dia juga pasti merindukanku," ujarnya tak semarah tadi. "Tentu, akan kulakukan kalau Richie juga menginginkannya." Aku berlalu bersama Erick. Kulihat wajah-wajah itu terus memperhatikan kami. Doni juga seperti salah tingkah

