Chapter 21

1034 Words

Bagian 20 Cindy begitu bahagia ketika Fatih tiba-tiba menghubungi setelah selama beberapa hari tidak ada kabar. Dia mencari alasan agar bisa pulang lebih awal dari kantornya. Entah berapa banyak parfum yang sudah disemprotkan hingga tercium wangi yang begitu menggoda. Ditambah lagi dengan riasan yang membuat wajahnya terlihat semakin cantik. Wanita itu menepi di persimpangan jalan yang dijanjikan untuk bertemu. Beberapa menit kemudian, ada seorang lelaki yang mengetuk kaca jendela mobilnya. Cindy tersenyum, lalu keluar dan masuk kembali melalui pintu sisi penumpang. “Sayang, aku kangen banget tahu! Kenapa kemarin-kemarin gak bisa dihubungi sih?” protes Cindy saat Fatih sudah duduk di kursi kemudi. “Maaf, aku sibuk. Yang penting sekarang bisa ketemu ‘kan?” sahut lelaki itu. Kemudian, di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD