Bagian 11 Sudah seminggu belakangan ini, Cindy kehilangan komunikasi dengan Fatih. Tidak ada pesan yang dibalas, bahkan telepon juga tidak dapat tersambung. Wanita itu juga sempat mendatangi rumah dan kantornya, tetapi sama sekali tidak menemukan petunjuk. Hari ini adalah jadwalnya periksa ke dokter kandungan. Sejak kemarin, Cindy sudah mendaftarkan diri melalui telepon untuk mendapatkan nomor urut paling awal. Sebelum berangkat bekerja, dia kembali mencoba menghubungi Fatih dan berharap lelaki itu mau menemaninya ke rumah sakit. Hati Cindy begitu bahagia saat panggilan teleponnya dapat tersambung. Jantungnya mulai berdebar lebih kencang menunggu Fatih menjawabnya. “Halo, Fatih,” sapanya saat telepon itu diangkat. “Ya, Cindy.” “Kamu ke mana aja? Aku kangen banget tahu!” Fatih tidak

