Bagian 12 Fatih sama sekali tidak tertarik untuk menyimak penjelasan dokter mengenai hasil USG dan saran-saran untuk Cindy. Walaupun dirinya sempat melihat pada layar monitor, tetapi tidak ada sedikit pun rasa bahagia dalam hati. Pikirannya terus berkelana, apalagi saat mengingat kalimat yang diucapkan oleh Arya. “Sekarang kamu tinggal di mana sih? Aku tuh nyariin kamu tahu!” ujar Cindy saat mereka berjalan menuju ke parkiran. “Di rumah temen.” “Terus kamu kerja di mana?” tanya wanita itu lagi. “Aku jadi pelayan rumah makan.” Cindy tersentak. “Apa?! Aku pasti salah denger 'kan?” Fatih menggelengkan kepala, lalu menjawab, “Makanya sekarang aku harus hemat, makan juga sederhana. Kalau kamu mau aku bayarin buat periksa kandungan, sebaiknya ke puskesmas aja!” Jawaban dari lelaki itu me

