Aku menyuapi Freya, "kamu harus makan ya"aku dengan tatapan tenangku.
"Baik tuan reiji"Freya tersenyum melihatku.
"Mungkin ini karena kesalahanku juga,seandainya aku pulang lebih cepat"aku menundukan kepalaku.
"Ini bukan kesalahan tuan reiji, ayahanda mengatakan tuan reiji yang berhasil mengalahkan dark dragon"Freya tersenyum senang.
"Paman sudah aku bilang,bukan aku yang huh"aku menarik nafas.
Freya binggung melihatku, dan aku masih menyuapi dengan daging naga, yang aku berikan kemarin.
"(Info) "aku melihat status tubuh Freya, "(keadaannya mulai membaik) "kataku dalam hati sambil menyuapi Freya.
"Romantisnya Putri dengan tuan reiji "semua maid melihat aku yang sedang menyuapi freya.
Freya tersenyum manis melihatku, tak beberapa lama selesai menyuapi Freya.
Aku duduk di samping freya, freya mencoba mengerakkan kakinya,namun entah kenapa dia gelisah.
"Freya kau kenapa? "Aku binggung.
"Bukan apa-apa "freya seperti menahan sesuatu, aku melihat kakinya yang gemetaran.
"Kau mau pipis ya"aku dengan tatapan datar.
"Eh, iya begitulah! "freya terkejut.
"Bilang dari tadi"aku menggendong dia seperti tuan Putri,walaupun dia memang Putri.
"Wahhhh"semua maid terkejut melihatku.
"Tuan reiji"freya terkejut melihatku.
Aku menggendong freya menuju toilet,aku menunggunya di depan kamar mandi.
"Sudah freya"aku menunggu.
"Eh, sebentar lagi tuan reiji"freya terkejut, "aku sudah selesai"aku membuka pintu kamar mandi.
Aku menggendong tubuh freya ,freya dengan pipi merona malu melihatku,dan aku langsung membaringkannya di tempat tidur.
Aku duduk sambil melihat info skillku, namun freya hanya berbaring sambil melihat atap kamarnya.
"Tuan reiji, sebenarnya yang membuatku seperti ini adalah tuan akira"freya melihatku.
"Huh?"aku binggung melihat freya dengan wajah ketakutan.
"Saat aku mendengar tuan reiji mati, tuan akira menerima tugas membunuh dark dragon,dengan hadiah menikah denganku"Freya dengan bibir berkedut.
"Apa yang dipikirkan si bodoh itu, maafkan atas kesalahan teman-teman ku freya"aku menundukan kepalaku.
"Eh, tuan reiji tidak perlu sampai meminta maaf!"freya terkejut melihatku.
"Lagi pula kami masih 15 tahun, apa yang dipikirkan"aku mengelus kepalaku.
"(Eh tuan reiji dua tahun lebih muda dariku!) "freya terkejut.
Aku melihat ke jendela,"tamannya Indah"aku melihat freya yang duduk sambil mencoba mengerakkan jari kaki nya, "freya kau mau ke taman"aku menunjuk taman kerajaan.
"Eh, emmm"dia mengangguk dengan pipi merona.
"Baik satu.. Dua"aku menggendong freya.
Saat aku mencoba membuka pintu semua maid yang melihatku terkejut, dan langsung melakukan aktifitas mereka semua.
"(kenapa mereka seperti itu) "aku binggung.
Aku masih menggendong freya, tak sengaja raja dan ratu melihatku yang sedang menggendong freya.
"Freya, sayang!"raja dan ratu terkejut melihatku.
"Tuan reiji kenapa menggendong Putri freya"raja mendekatiku.
"Aku hanya ingin dia melihat taman saja, lagipula dia sudah menggurung diri di kamar selama 5 hari kan"aku dengan tatapan datar.
"Benar juga"ratu tersenyum melihatku, sambil mendorong raja.
Pipi merona Freya, "(malunya) "dia berteriak dalam hati.
Sampai di taman aku kagum karena melihat daun yang berguguran, "indahnya "aku tersenyum kecil.
"Eh(tuan reiji tersenyum) "freya dengan pipi merona melihatku.
Aku menaruh freya di kursi taman, "baik sudah"kataku.
"Terima kasih tuan reiji "freya tersenyum melihatku.
"Maaf ya aku harus menggendongmu"kataku.
"Tidak masalah tuan reiji "freya tersenyum malu.
Aku duduk sambil bersantai membuatku agak mengantuk karena musim gugur, "whoommmm"aku menguap.
"Tuan reiji ngantuk "freya tertawa melihatku.
"Ya sedikit"aku menggusal mataku.
Freya menyentuh tanganku mencoba meniduriku di pahanya,"kakak! "Dia terhenti karena mendengar suara seseorang.
"Kakak, ah tuan reiji "wanita yang nampaknya ku kenal menghormatiku seperti Putri.
"Kau siapa? "Aku binggung.
"Eh, masak tuan reiji tidak mengingatku aku yang waktu itu saat anda menyembuhkan mataku!"wanita terkejut melihatku.
"Oh kau yang waktu itu"aku dengan tatapan datar.
"Olivia, kau bisa melihat"Freya menutup mulutnya karena terkejut melihat adiknya.
"Ya,kemarin tuan reiji yang menyembuhkan mataku"olivia tersenyum melihat freya, dan memelukknya sambil meneteskan air mata.
"Terima kasih tuan reiji "freya tersenyum melihatku.
"Tidak usah dipikirkan"aku mengambil batu dan mengarahkan ke buah apel"dapat"aku membawakan tiga apel yang barusan saja jatuh.
"Krowkkk"aku memakan apel yang barusan saja aku lempar dengan batu, "ini untuk kalian "aku memberikan dua apel.
"Terima kasih"freya dan olivia tersenyum melihatku.
Aku duduk di atas batu sedangkan olivia, duduk di samping freya.
"Kalau boleh tahu siapa nama anda ,namaku olivia selestina"olivia tersenyum melihatku.
"Reiji muramasa, krowkkk"aku mengunyah apel dengan tatapan datarku.
Saat kami selesai makan apel, "tuan Putri kenapa kau disini! "Akira terkejut melihat freya.
"(Aku merasa mual!) "aku menyentuh perutku.
"Anda harus terus beristirahat tuan Putri "akira menyentuh tangan freya.
Freya tersenyum sambil melihatku, aku melihat freya dengan tatapan datar.
"Reiji pasti kau yang membawak tuan Putri keluar! "Akira menunjukku.
"Ya memang kenapa? "Aku dengan tatapan datar sambil menjilati jariku.
"Kenapa dia sedang masa pemulihan!"akira memarahiku.
Mendadak semua teman sekelasku melihatku yang sedang duduk di atas batu, "kenapa kau disini reiji,istana ini hanya untuk raja pergilah "teman sekelasku memarahiku.
"Kalian yang mengganggu disini bisa kalian pergi"olivia tersenyum manis.
"Siapa kau? "Akira binggung melihat olivia yang dia pikir maid.
"Putri kedua kerajaan ini olivia selestina"olivia menghormat.
"Apa kau di bawak keluar dengan reiji juga, aku mendengar perkataan raja anda memiliki penyakit"akira menyentuh tangan olivia.
"Bisakah kau pergi dari istana ini reiji !"akira menujukku semua teman sekelasku tertawa.
Aku melompat di atas batu, "kalau begitu aku pergi dulu"aku berjalan meninggalkan mereka semua.
"Apa berhakmu mengusir tuan reiji "olivia kesal melihat akira.
"Tuan reiji! "freya mencoba menghentikanku.
"Dia bukan salah satu pahlawan kenapa juga dia harus di istana ini bukan! "akira menyentuh tangan olivia.
"Woi tuan reiji jangan pergi dulu "olivia melempar apel habis ke kepalaku.
"Aduh,woi kenapa kau melemparku"aku mengelus kepalaku.
"Reiji pergilah"akira kesal melihatku.
Aku mendekati freya, "aku sampai lupa membawakmu ke kamar"aku menatap freya.
"Reiji, kau dengar tidak "akira mengeluarkan pedangnya.
"Kau ini kenapa, mau ngajak duel aku tidak tertarik lagipula disini ada orang sakit"aku melihat freya.
"Benar kalau begitu ayo kita berduel"akira mengarahkan pedangnya ke arahku.
"Woi apa yang mau kau lakukan! "Olivia kesal, melihat teman-temanku dan akira yang menertawakan ku.
Aku binggung melihat akira, "(merasakan ancaman, skill intimidasi aktif) "aku bingung melihat papan info.
Mendadak teman sekelasku gemetaran melihatku seperti, "(aura apa ini terasa seperti dark dragon) "akira menjatuhkan pedangnya, diikuti semua teman sekelasku yang terduduk.
"Kenapa dengan mereka semua? "Olivia binggung dan melihat ke arahku.
"Ayo freya "aku menggendong freya.
"Baik"freya dengan pipi merona tersenyum melihatku, olivia di samping freya tertawa melihatku dengan, freya.
Saat di kamar freya, karena aku sibuk merawat freya tak terasa sudah malam, olivia kembali ke kamarnya aku berduaan dengan freya.
"Anu tuan reiji tidak pulang"freya mengenggam tangannya.
"Sebenarnya sih iya(mana mungkin aku bilang kate san bebicara dalam pikiranku menyuruhku menginap disini)enggak boleh ya aku tinggal disini"aku mengelus kepalaku.
Pipi merona freya, "tidak masalah kok tuan reiji "freya terkejut melihatku.
"Kalau begitu kau tidur "aku menyelimuti freya, freya tersenyum dan menutup matanya.
Tengah malam freya terbangun melihatku tidur sambil duduk di sampingnya, freya menyelimuti tubuhku dan tidur di pangkuanku, "selamat tidur tuan reiji "freya tersenyum melihatku.
Bersambung.